Karunia rasa


Jika hati adalah semacam media perekam, maka di sanalah tersimpan berbagai relasi sosial. Kita sering menyebutnya sebagai kenangan, yakni gambaran suasana di masa yang telah berjalan, berapapun batas waktunya.

Begitu banyak karunia rasa ditanam Allah SWT dalam diri manusia sebagai bukti sempurnanya kita diciptakan; yang dengannya kehidupan ini terasa selalu menghadirkan sensasi dan menjadi lebih indah; yang dengannya jiwa kita selalu menemukan semangatnya untuk menjalani kehidupan, termotivasi melakukan yang terbaik, bergerak dan berbuat yang maksimal untuk berbagai macam tujuan.


Salah satu karunia itu rasa rindu. Ya, rasa rindu; sebuah rasa yang menurut ulama merupakan turunan dari rasa cinta. Seperti Imam Al Ghazali rahimahullah yang menjelaskan, “Sesungguhnya cinta kepada Allah adalah batas tertinggi dari tempat berdiri dan puncak tertinggi dari derajat. Tidak ada kedudukan setelah cinta sekedar buah dari buah-buahnya, dan turunan dari turunan-turunannya, seperti rindu, rasa senang dan ridha.”

#Tarbawi302

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: