Menjadi Pendidik | Kultwit Ustadz @emfatan


  • Menjadi pendidik, adalah menjadi murabbi, mu’allim, sekaligus muaddib.

  • Sebagai murabbi, pendidik bertugas membimbing anak didik, setahap demi setahap, menuju kesempurnaan sebagai hambaNya

  • Sebagai mu’allim, pendidik mengajarkan ilmu dari sumber yg benar, diiringi penanaman rasa takut padaNya, sehingga berbuah amal shalih

  • Sebagai muaddib, pendidik berkewajiban menanamkan adab-adab yg benar lagi baik kepada anak didik, sehingga menjadi perilaku sehari-hari

  • Maka, pendidik tidak hanya mengajar. Apalagi hanya sibuk mengejar nilai bagus di rapor.

  • Oleh karena itu, mendidik bukan hanya urusan guru. Bila kita inginkan generasi penerus yang unggul, mendidik harus menjadi urusan KITA.

  • Mendidik adalah urusan KITA : setiap orang yang menginginkan kebaikan bagi bangsa dan ummat ini.

  • Mendidik adalah urusan KITA : setiap orang yang memiliki anak, adik, saudara, tetangga.

  • Mendidik adalah urusan setiap “profesi” : guru, dosen, penulis, pedagang, tentara, polisi, hingga para sopir dan kernet.

  • Mendidik tak hanya urusan guru di dalam kelas; ia juga urusan para penjual di warung sekolah, satpam, hingga tukang kebun.

  • Mendidik tah hanya urusan sekolah dan tempat kuliah; ia juga urusan para pemilik warung makan, maupun para pemakai jalan.

  • Mendidik tak hanya urusan kementerian pendidikan dasar&menengah maupun kementrian pendidikan tinggi; ia juga urusan setiap pejabat negri

  • Mendidik adalah urusan KITA semua, yang berharap bangsa ini kian terhormat di mata manusia, apalagi di mata Rabb kita

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

5 responses to “Menjadi Pendidik | Kultwit Ustadz @emfatan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: