Loyalis vs Oportunis


Dalam tiap institusi, pasti ada 2 tipe orang seperti ini:

Loyalis:

  1. Ga mau mengungkit-ungkit kontribusinya untuk institusi tempat di mana ia berada
  2. Tidak menafikan bahwa kerja memang untuk cari uang, tapi mindestnya gaji bukan segalanya, ada gaji dari Allah yang Maha Besar yang melebihi segalanta.
  3. Tidak melulu menanyakan apa yang didapat, karena kalau sudah hak, pasti ada jalannya sendiri untuk mendatangi
  4. Jam kerja ya untuk kerja. bukan untuk kepentingan pribadi, apalagi mengorganize bisnis pribadi saat jam kerja yang dibayar orang lain.

Oportunis:

  1. Selalu berkata, perusahaan ini maju karena saya.
  2. Obrolannya hanya seputar gaji dan gaji.
  3. Nambah lagi obrolannya tentang bonus, bonus, klaim, tunjangan dan lain-lain yang bisa diperas dari perusahaaan.
  4. Saat jam kerja, malah jualan online. menggunakan relasi untuk kepentingan bisnis prbadi.

ada-ada aja sih, tapi ya manusia memang unik. semoga tempat kita dijauhkan dari orang-orang oportunis. Nagih hak mulu, tapi kewajiban sering diabaikan. Celakanya kalau oportunis itu justru malah dapat privilige lebih.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: