selamat jalan bang arief


salah satu tokoh yang inspiring bagi saya telah berpulang, beberapa pekan lalu. ia berjuang melawan ganasnya covid-19.

Bang Arief, panggilan akrabnya yang baru saya dengar beberapa bulan terakhir. Dulu, di medio 2018, saat romantisme aktivisme kampus sedang tumbuh subur, beliaulah yang menurut saya punya style berbeda dalam menanamkan nilai-nilai aktivismen kepada mahasiswa. Dengan gaya pakaiannya nya yang seolah enggan dipanggil ustadz, di suatu sore di Masjid Fakultas Kehutanan UGM beliau menyampaikan terkait nilai-nilai yang harusnya dimiliki oleh para aktivis kampus.

Kompetensi. kata kunci yang selalu digaungkan. Inilah nilai jual yang dimiliki seorang aktivis. Kompeten dalam bidang keilmuannya masing-masing, kompeten dalam organisasi, kompeten dalam beramal. Bagi saya, cara penyampaian, gaya yang dipilih sangat menarik bagi gen millenial yang mulai banyak memasuki dunia kampus. Tetap profesional namun punya nilai dalam diri mereka.

Selang beberapa tahun, di pertengahan 2012 saya lagi, lagi berksempatan mendengarkan nasihat nya yang begitu berapi-api. Tapi kali ini bukan sebagai peserta, saya hanya mendengar dari kejauhan di bawah pelataran rindang depan KPFT. Saat itu sedang diadakan orientasi mahasiswa baru angkatan 2012, sedangkan saya berstatus mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi.

Sambil mengerjakan penulisan skripsi, sayup-sayup terdengar sebuah perkataan yang sampai saat ini masih saya ingat. kurang lebih “Tidak ada dalilnya, kualitas yang bagus harus diapologikan dengan kuantitas yang sedikit.”

Sebuah kalimat yang singkat namun sangat bermakna ditengah-tengah kondisi mulai memudarnya ghirah saat itu. Kumpulan orang-orang baik tidak harus sedikit. Kurang lebih begitu pemahaman sederhananya.

Kini, spirit perjuangan beliau telah banyak menginspirasi anak didik beliau. baik anak didik langsung maupun yang hanya mendengar dan melihat dari media daring. Jasad boleh pergi, tapi inspirasi akan terus menjadi pengingat saat diri ini mulai memudar kembali semangatnya.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: