Parkinson’s Law


work expands so as to fill the time available for its completion

Parkinson’ Law

Seorang Sejarawan Inggirs, Cyril Northcote Parkinson, menulis teori bahwa pekerjaan berkembang untuk mengisi waktu yang tersedia. Artinya, ketika seseorang diberikan waktu 1 bulan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, maka ia akan menyelesaikan tugas tersebut dalam jangka waktu satu bulan. Meski sesungguhnya tugas itu bisa selesai dalam waktu 1 pekan.

Fenomena ini sering ditemukan pada orang-orang yang terbiasa menunda-nunda pekerjaan. Biasanya mereka akan lebih sibuk di akhir-akhir tenggat waktu yang diberikan sementara di awal waktunya terlalu membuang banyak waktu. Di sisi lain, ada juga orang yang mengeluarkan effort terbaik di awal, namun ketika melihat tenggat waktunya masih jauh, ia sengaja mengulur-ulur waktu pekerjaan tersebut agar selesai “tepat waktu”.

Ada sebagian orang yang berpikir tentang berapa banyak waktu yang tersedia, bukan berapa banyak waktu yang dibutuhkan. Mindset seperti inilah yang akan membuat kita terjebak pada rutinitas yang sebenarnya tidak diperlukan. Terlalu banyak waktu yang di sia-siakan untuk hal yang tdak produktif.

Disclaimer:

Di sisi lain, seorang juga kadang sengaja mengulur waktu, agar dia tidak diberi beban beruntun. Biasanya ketika di beri target pekerjaan selesai 1 bulan, lalu ia mampu menyelesaikan hanya dalam waktu beberapa hari saja, bertubi-tubi perkerjaan akan selalu dibebankan ke dirinya.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: