Archive by Author | jupri supriadi

Hujan


Kenapa aku suka hujan?

Karena hanya deras airnya yang mampu menutupi derasnya air mata ini.

Jakarta. 28.11.22

Formalitas


Kalau untuk sekedar formalitas dan sekedar jadi, mungkin banyak yang mampu. Lalu mendapat gemuruh tepuk tangan dan penghargaan. Tapi untuk membuat sesuatu yang bermanfaat, bisa jadi tak dianggap karena mereka tak mengerti arti kebermanfaatan itu

memory


Dalam beberapa pekan terakhir seperti diingatkan oleh masa-masa lalu.

Seorang yang tiba memfollow saya di IG, lalu diingatkan dengan memori 7 tahun silam. sebuah permohonan maaf dan terimakasihnya atas takdir yang menimpanya waktu itu.

Seorang yang minta tolong untuk mensupport temannya yang sedang ngedrop. yang masih ingat saat masa-masa diinterview

Seorang yang terbantu dengan sebuah form yang dibuat lebih dari 5 tahun lalu dan masih dipakai sampai saat ini.

Kita tidak pernah tahu, apa yang kita lakukan di masa lalu, masih membekas dan berdampak pada kebaikan orang hari ini. Karenanya teruslah menginspirasi, teruslah berbuat baik, teruslah memberi manfaat, karena kita tak pernah tahu, atas perantara amal mana, kita akan dimudahkan menuju surgaNya.

Cirebon, 18-10-2022

kecocokan


Tentang kecocokan.

Bisa jadi, pemain sepakbola yang biasa-biasa saja, di tangan pelatih yang tepat bisa menjadi pemain yang hebat.

Bisa jadi, seorang murid yang biasa-biasa saja, dibimbing oleh guru yang tepat bisa menjadi murid yang berprestasi.

Bisa jadi, seorang bawahan yang biasa-biasa saja, diarahkan oleh atasan yang tepat, bisa menjadi sosok yang berkompeten.

Namun, bisa saja sebaliknya.

Jika berada ditangan pelatih yang tidak tepat, guru yang tidak membimbing, atau atasan yang pilih kasih. Semua akan hancur tak berharga.

Ini tentang kecocokan. Tentang pemilihan. Tentang takdir. Dan tentang keikhlasan.

Karenanya, banyak kita temui kisah-kisah masa lalu dimana seorang raja memilih kan guru yang tepat untuk anaknya agar kelak ketika dewasa siap menggantikan estafet kepemimpinan sang raja. lanjut….. (Pada catatan berikut nya tentang: memilih guru)

Bogor, 15-10-2022

secuplik


Jangan menilai sesuatu hanya dalam rentang waktu yang sempit. Apalagi menjudge dari satu peristiwa saja. Karena bisa jadi, kebenaran yang sesungguhnya bisa dilihat dari rangkaian peristiwa yang berlangsung amat panjang.

Terlebih, jika yang menilainya merupakan orang baru yang tidak mengerti proses yang sudah berjalan begitu lama.

Karena itu, milikilah wawasan yang luas. Tidak gegabah menilai hanya dari satu waktu peristiwa. Ada banyak cerita yang tidak diketahui, atau bahkan enggan diketahui.

12-10-22

manja


manja/man·ja/ a 1 kurang baik adat kelakuannya karena selalu diberi hati, tidak pernah ditegur (dimarahi), dituruti semua kehendaknya, dan sebagainya:

itu versi KBBI.

Tapi ada benarnya juga sih, jika selalu dapat fasilitas enak, punya kuasa untuk membuat orang tunduk patuh padanya. Benih-benih kemanjaan biasanya akan mulai tumbuh. Apalagi setiap permintaannya selalu dipenuhi.

Padahal, dulu yang biasanya jalan 100 meter kuat, ini jalan 10 meter saja manja. dulu yang biasanya angkat beban 10 kg kuat, sekarang angkat beban 1 kg pun terasa berat. dulu yang biasanya mendatangi, sekarang selalu minta didatangi.

setiap manusia punya level kemanjaan masing-masing. kalau sudah dewasa, ya jangan manja. jadilah pemuda yang kuat, tidak berlindung dibalik fasilitas yang memanjakan.

12-10-2022

baper


ternyata yang selama ini sering men-judge orang sebagai baperan, justru dirinyalah yang lebih baper. baru ditegur sedikit langsung baperan. baru dikoreksi sedikit ga terima.

ternyata mereka yang dominan, tidak bisa terima kalau dominasinya di usik oleh orang lain.

Jadi, baper itu hal yang wajar, selama bisa dikendalikan. Ga perlu menjelek-jelekan orang yang baper. Justru yang ga pernah baper patut dicurigai mereka ga punya perasaan.

#celotehabsurd

Divergensi


Cari sesuatu yang bertolak belakang dengan apa yg sedang kita sukai saat ini.

Semakin kita Divergent, semakin kita bisa melihat blind spot. Banyak orang terpeleset karena tidak bisa melihat atau bahkan mengantisipasi blind spot.

Semakin kita menggeluti sesuatu yang bertolak belakang dengan apa yang sudah kita kuasai. Semakin kita bisa mengcover blind spot tersebut. juga semakin antisipatif meminimalisir resiko.

-Gita Wirjawan

Ai

tentang pilihan


Kalau pesan receh, cepat direspon biar makin eksis. Tapi pesan penting (pura-pura) ga dibaca dan ga peduli.

-tentang pilihan

Kita bisa memilih mana respon yang kita inginkan. Apakah mau peduli atau tidak. Mau responsif atau cuek. Mau menghargai atau menyepelekan.

Jika pilih kasih terhadap manusia, maka jangan menyalahkan orang tersebut untuk pilih hormat pada yang bersangkutan.

Cawang, 22 September 2022, 06.39 WIB

sisi buruk


Perang terberat, terhebat, tersulit adalah perang melawan hawa nafsu. Melawan ego diri. Melawan pikiran buruk yang terus menghantui. Melawan sifat tercela yang terus membayang-bayangi.

Kita mungkin tak bisa lepas dari salah. Namun kita juga yang pasti tak boleh lepas dari berharap diampuninya salah kita oleh Allah.

Bersegeralah menuju ampunan Allah. Karena ampunannya seluas langit dan bumi. Berharap surga dengan taqwa sebagai usahanya.

membagus-baguskan amal


kalau ada satu amal yang dbagus-baguskan ketika orang lain lihat, sementara biasa saja ketika tidak ada yang melihat. itu tanda riya.

kalau ada pekerjaan yang dibagus-baguskan ketika atas melihat, sementara biasa saja ketika tidak ada atasan, itu tandanya riya dan menjilat.

09/08/2022

entahlah


entah ini sebuah kelebihan atau kekurangan.

saya bisa merasakan mana sapaan formalitas dengan keterpaksaan, atau betul-betul wujud keakraban.

entah itu pujian yang tulus, atau sekedar formalitas.

entah itu kesan mengayomi, atau sebetulnya penyingkiran.

entah itu kebanggaan, atau sekedar cuap-cuap penipuan.

entahlah… dunia ini penuh tipu-tipu.

menipu logika, menipu kewarasan, menipu kebenaran.. hanya untuk memuaskan ego sekelompok orang.

8/9/2022

interest


Setiap keputusan yang diambil oleh seorang leader tentunya tidak terlepas dari interest pribadi, adakalanya interest mendominsi sebagian besar pengambilan keputusan. tidak bisa dipungkiri memang, preferensi seseorang akan sangat mempengaruhi bagaimana ia bersikap, memilih dan memutuskan sesuatu.

yang perlu diperhatikan bagi seorang leader adalah, interest pribadinya tidak boleh mengalahkan fakta-fakta bahwa ada yang lebih patut dipertimbangkan dan menjadi acuan dalam menilai seseorang. bukan ata dasar suka atau tidak suka, bukan atas dasar kesamaan hobi, bukan atas dasar kesamaan latarbelakang pendidikan, asal daerah.

akan muncul bias, jika mengambil keputusan atau menilai seseorang hanya berdasar suka atau tidak suka terhadap person. jika hal ini terus berlangsung bukan tidak mungkin timnya juga akan skeptis terhadap pereferensi keputusan yang diambil seorang leader.

Bogor, 2 September 2022

Kebakaran


Termenung.. sesak.. bercampur syukur.

Shock mendengar kabar dapur rumah kebakaran. Bersyukur karena akhirnya api cepat padam. Tidak menjalar ke bagian lainnya.

Laa haula wa laa quwwata illa billah

Mungkin


Mengapa ya? Orang yang sabar biasanya sering dipertemukan dengan orang yang ga tahu diri.

Mengapa ya? Orang yang mengalah sering dihadapkan pada orang yang ambisius.

Mengapa ya? Orang yang mencoba ikhlas sering mendapat teman pengkhianat.

Mengapa ya? Orang yang berusaha sebaik mungkin, dipertemukan dengan orang yang cuek dengan proses.

Mungkin… supaya kesabarannya itu sabar se sabar-sabarnya.

Mungkin… supaya keikhlasan itu murni seikhlas-ikhlasnya.

Jakarta, 30/06/22

Parkinson’s Law


work expands so as to fill the time available for its completion

Parkinson’ Law

Seorang Sejarawan Inggirs, Cyril Northcote Parkinson, menulis teori bahwa pekerjaan berkembang untuk mengisi waktu yang tersedia. Artinya, ketika seseorang diberikan waktu 1 bulan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, maka ia akan menyelesaikan tugas tersebut dalam jangka waktu satu bulan. Meski sesungguhnya tugas itu bisa selesai dalam waktu 1 pekan.

Fenomena ini sering ditemukan pada orang-orang yang terbiasa menunda-nunda pekerjaan. Biasanya mereka akan lebih sibuk di akhir-akhir tenggat waktu yang diberikan sementara di awal waktunya terlalu membuang banyak waktu. Di sisi lain, ada juga orang yang mengeluarkan effort terbaik di awal, namun ketika melihat tenggat waktunya masih jauh, ia sengaja mengulur-ulur waktu pekerjaan tersebut agar selesai “tepat waktu”.

Ada sebagian orang yang berpikir tentang berapa banyak waktu yang tersedia, bukan berapa banyak waktu yang dibutuhkan. Mindset seperti inilah yang akan membuat kita terjebak pada rutinitas yang sebenarnya tidak diperlukan. Terlalu banyak waktu yang di sia-siakan untuk hal yang tdak produktif.

Disclaimer:

Di sisi lain, seorang juga kadang sengaja mengulur waktu, agar dia tidak diberi beban beruntun. Biasanya ketika di beri target pekerjaan selesai 1 bulan, lalu ia mampu menyelesaikan hanya dalam waktu beberapa hari saja, bertubi-tubi perkerjaan akan selalu dibebankan ke dirinya.

adil sejak dalam pikiran


Kalau sesuatu disampaikan oleh orang yang punya kuasa dan legitimasi, ramai sahut bersahutan merespon, kalau hanya disampaikan oleh remah-remah rengginang, abaikan.

~ memoar sang penjilat

The Art of Thinking Clearly


Pada dasarnya setiap orang rentan mengalami kesalahan dalam berpikir. Namun bukan berarti kita tidak berusahan untuk menjadi lebih baik lagi. Dalam buku The Art of Thinking Clearly karya Rolf Dobelli disebutkan beberapa tipe kesalahan dalam berpikir:

  1. Survivorship Bias: Kesalahan logika karena kita hanya fokus pada orang/benda yang sukses saja dan mengabaikan yang gagal.
  2. Sunk Cost Fallacy: Kecenderungan orang untuk terus bertahan dalam kondisi yang buruk, walaupun kondisi di masa depan sulit membaik. Hal ini terjadi karena orang tersebut sudah terlanjur menghabiskan banyak waktu, uang, energi untuk bertahan.
  3. Confirmation Bias: kecenderungan mencari informasi yang mendukung pemikiran atau prinsip yang di anut sebelumnya. Dan menyingkirkan fakta yang bertentangan.
  4. Illusion of Control: Kecenderungan untuk percaya hal yang dikontrol, padahal tidak.
  5. Social Proof: Kecenderungan seseorang untuk mengikuti mayoritas. Kita merasa perilaku kita benar apabila mayoritas orang melakukan. Cenderung tidak ingin terlihat berbeda.

Mengetahui penyebab bias pikiran tidak memuat kita jadi kebal atau tak mungkin terpeleset dalam bias pikiran tersebut. Namun, hal tersebut bisa membuat kita menjadi lebih bijak dan berusaha memiimalisir dampak bias pikiran yang negatif.

Bogor, 21/6/2022

sibuk ≠ produktif


Kenapa kita sibuk?

Ada 2 hal yang bikin kita ngerasa sibuk banget.

  1. Busy Bandwagoon: Ada pressure bagi kita untuk selalu menyelesaikan to do list, dan merasa bersalah jika satu atau sebagiannya tidak dikerjakan.
  2. Infinity Pool: Hal yang sering muncul mengganggu aktivitas kita, semacam kolam konten yang ga ada habisnya. misal scrolling story orang lain, yang kalau kita habiskan 8 jam sehari pun tidak akan pernah selesai.

Jake Knapp & John Zeratsky, salah satu toko dibalik hadirnya Gmail dan Youtube menulis sebuah buku berjudul Make Time: How to focus on what matters everyday.

Ada kurang lebih 87 tips yang dijelaskan dalam buku tersebut. Namun secara sederhana, kumpulan tipsnya terbagi menjadi 4 konsep besar:

  1. Highlight: Cari satu aktivitas yang jika itu dikerjakan, kita langsung merasa produktif dan puas mengerjakan itu. Biarpun capek secara fisik namun menghadirkan semangat secara mental.
  2. Laser: Singkirkan hal-hal yang memang tidak menjadi tools pendukung aktivitas keseharian kita. Jikapun ada, cari yang betul-betul works dan mendukung pekerjaann kita.
  3. Energize: Mencari cara untuk me-recharge kembali fokus, pikiran dan raga kita untuk selalu on fire.
  4. Reflect: Evaluasi apakah ada aktifitas yang memang tidak diperlukan. Mana yang perlu dieliminasi dan mana yang perlu tetap dijaga untuk menjadi sebuah habit.

Bogor, 15-Juni-2022

satu persen


Kutipan gambar di atas berasal dari buku “Atomic Habits” karya James Clear. Dalam buku tersebut, beliau menjelaskan bahwa untuk melakukan perubahan besar dimulai dengan perubahan-perubahan kecil (atomic). Dan untuk memulai perubahan kecil itu perlu konsistensi yang cukup panjang. Satu persen perbaikan setiap hari, mungkin belum terlihat perubahannya di hari ke-2, ke-3 dan seterusnya, namun jika perubahan-perubahan kecil itu di akumulasikan dalam jangka waktu yang panjang, terlihatlah bahwa usaha yang ditempuh mencapai hasil yang tak terduga sebelumnya dalam tren exponensial.