Archive by Author | jupri supriadi

Divergensi


Cari sesuatu yang bertolak belakang dengan apa yg sedang kita sukai saat ini.

Semakin kita Divergent, semakin kita bisa melihat blind spot. Banyak orang terpeleset karena tidak bisa melihat atau bahkan mengantisipasi blind spot.

Semakin kita menggeluti sesuatu yang bertolak belakang dengan apa yang sudah kita kuasai. Semakin kita bisa mengcover blind spot tersebut. juga semakin antisipatif meminimalisir resiko.

-Gita Wirjawan

Ai

tentang pilihan


Kalau pesan receh, cepat direspon biar makin eksis. Tapi pesan penting (pura-pura) ga dibaca dan ga peduli.

-tentang pilihan

Kita bisa memilih mana respon yang kita inginkan. Apakah mau peduli atau tidak. Mau responsif atau cuek. Mau menghargai atau menyepelekan.

Jika pilih kasih terhadap manusia, maka jangan menyalahkan orang tersebut untuk pilih hormat pada yang bersangkutan.

Cawang, 22 September 2022, 06.39 WIB

sisi buruk


Perang terberat, terhebat, tersulit adalah perang melawan hawa nafsu. Melawan ego diri. Melawan pikiran buruk yang terus menghantui. Melawan sifat tercela yang terus membayang-bayangi.

Kita mungkin tak bisa lepas dari salah. Namun kita juga yang pasti tak boleh lepas dari berharap diampuninya salah kita oleh Allah.

Bersegeralah menuju ampunan Allah. Karena ampunannya seluas langit dan bumi. Berharap surga dengan taqwa sebagai usahanya.

membagus-baguskan amal


kalau ada satu amal yang dbagus-baguskan ketika orang lain lihat, sementara biasa saja ketika tidak ada yang melihat. itu tanda riya.

kalau ada pekerjaan yang dibagus-baguskan ketika atas melihat, sementara biasa saja ketika tidak ada atasan, itu tandanya riya dan menjilat.

09/08/2022

entahlah


entah ini sebuah kelebihan atau kekurangan.

saya bisa merasakan mana sapaan formalitas dengan keterpaksaan, atau betul-betul wujud keakraban.

entah itu pujian yang tulus, atau sekedar formalitas.

entah itu kesan mengayomi, atau sebetulnya penyingkiran.

entah itu kebanggaan, atau sekedar cuap-cuap penipuan.

entahlah… dunia ini penuh tipu-tipu.

menipu logika, menipu kewarasan, menipu kebenaran.. hanya untuk memuaskan ego sekelompok orang.

8/9/2022

interest


Setiap keputusan yang diambil oleh seorang leader tentunya tidak terlepas dari interest pribadi, adakalanya interest mendominsi sebagian besar pengambilan keputusan. tidak bisa dipungkiri memang, preferensi seseorang akan sangat mempengaruhi bagaimana ia bersikap, memilih dan memutuskan sesuatu.

yang perlu diperhatikan bagi seorang leader adalah, interest pribadinya tidak boleh mengalahkan fakta-fakta bahwa ada yang lebih patut dipertimbangkan dan menjadi acuan dalam menilai seseorang. bukan ata dasar suka atau tidak suka, bukan atas dasar kesamaan hobi, bukan atas dasar kesamaan latarbelakang pendidikan, asal daerah.

akan muncul bias, jika mengambil keputusan atau menilai seseorang hanya berdasar suka atau tidak suka terhadap person. jika hal ini terus berlangsung bukan tidak mungkin timnya juga akan skeptis terhadap pereferensi keputusan yang diambil seorang leader.

Bogor, 2 September 2022

Kebakaran


Termenung.. sesak.. bercampur syukur.

Shock mendengar kabar dapur rumah kebakaran. Bersyukur karena akhirnya api cepat padam. Tidak menjalar ke bagian lainnya.

Laa haula wa laa quwwata illa billah

Mungkin


Mengapa ya? Orang yang sabar biasanya sering dipertemukan dengan orang yang ga tahu diri.

Mengapa ya? Orang yang mengalah sering dihadapkan pada orang yang ambisius.

Mengapa ya? Orang yang mencoba ikhlas sering mendapat teman pengkhianat.

Mengapa ya? Orang yang berusaha sebaik mungkin, dipertemukan dengan orang yang cuek dengan proses.

Mungkin… supaya kesabarannya itu sabar se sabar-sabarnya.

Mungkin… supaya keikhlasan itu murni seikhlas-ikhlasnya.

Jakarta, 30/06/22

Parkinson’s Law


work expands so as to fill the time available for its completion

Parkinson’ Law

Seorang Sejarawan Inggirs, Cyril Northcote Parkinson, menulis teori bahwa pekerjaan berkembang untuk mengisi waktu yang tersedia. Artinya, ketika seseorang diberikan waktu 1 bulan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, maka ia akan menyelesaikan tugas tersebut dalam jangka waktu satu bulan. Meski sesungguhnya tugas itu bisa selesai dalam waktu 1 pekan.

Fenomena ini sering ditemukan pada orang-orang yang terbiasa menunda-nunda pekerjaan. Biasanya mereka akan lebih sibuk di akhir-akhir tenggat waktu yang diberikan sementara di awal waktunya terlalu membuang banyak waktu. Di sisi lain, ada juga orang yang mengeluarkan effort terbaik di awal, namun ketika melihat tenggat waktunya masih jauh, ia sengaja mengulur-ulur waktu pekerjaan tersebut agar selesai “tepat waktu”.

Ada sebagian orang yang berpikir tentang berapa banyak waktu yang tersedia, bukan berapa banyak waktu yang dibutuhkan. Mindset seperti inilah yang akan membuat kita terjebak pada rutinitas yang sebenarnya tidak diperlukan. Terlalu banyak waktu yang di sia-siakan untuk hal yang tdak produktif.

Disclaimer:

Di sisi lain, seorang juga kadang sengaja mengulur waktu, agar dia tidak diberi beban beruntun. Biasanya ketika di beri target pekerjaan selesai 1 bulan, lalu ia mampu menyelesaikan hanya dalam waktu beberapa hari saja, bertubi-tubi perkerjaan akan selalu dibebankan ke dirinya.

adil sejak dalam pikiran


Kalau sesuatu disampaikan oleh orang yang punya kuasa dan legitimasi, ramai sahut bersahutan merespon, kalau hanya disampaikan oleh remah-remah rengginang, abaikan.

~ memoar sang penjilat

The Art of Thinking Clearly


Pada dasarnya setiap orang rentan mengalami kesalahan dalam berpikir. Namun bukan berarti kita tidak berusahan untuk menjadi lebih baik lagi. Dalam buku The Art of Thinking Clearly karya Rolf Dobelli disebutkan beberapa tipe kesalahan dalam berpikir:

  1. Survivorship Bias: Kesalahan logika karena kita hanya fokus pada orang/benda yang sukses saja dan mengabaikan yang gagal.
  2. Sunk Cost Fallacy: Kecenderungan orang untuk terus bertahan dalam kondisi yang buruk, walaupun kondisi di masa depan sulit membaik. Hal ini terjadi karena orang tersebut sudah terlanjur menghabiskan banyak waktu, uang, energi untuk bertahan.
  3. Confirmation Bias: kecenderungan mencari informasi yang mendukung pemikiran atau prinsip yang di anut sebelumnya. Dan menyingkirkan fakta yang bertentangan.
  4. Illusion of Control: Kecenderungan untuk percaya hal yang dikontrol, padahal tidak.
  5. Social Proof: Kecenderungan seseorang untuk mengikuti mayoritas. Kita merasa perilaku kita benar apabila mayoritas orang melakukan. Cenderung tidak ingin terlihat berbeda.

Mengetahui penyebab bias pikiran tidak memuat kita jadi kebal atau tak mungkin terpeleset dalam bias pikiran tersebut. Namun, hal tersebut bisa membuat kita menjadi lebih bijak dan berusaha memiimalisir dampak bias pikiran yang negatif.

Bogor, 21/6/2022

sibuk ≠ produktif


Kenapa kita sibuk?

Ada 2 hal yang bikin kita ngerasa sibuk banget.

  1. Busy Bandwagoon: Ada pressure bagi kita untuk selalu menyelesaikan to do list, dan merasa bersalah jika satu atau sebagiannya tidak dikerjakan.
  2. Infinity Pool: Hal yang sering muncul mengganggu aktivitas kita, semacam kolam konten yang ga ada habisnya. misal scrolling story orang lain, yang kalau kita habiskan 8 jam sehari pun tidak akan pernah selesai.

Jake Knapp & John Zeratsky, salah satu toko dibalik hadirnya Gmail dan Youtube menulis sebuah buku berjudul Make Time: How to focus on what matters everyday.

Ada kurang lebih 87 tips yang dijelaskan dalam buku tersebut. Namun secara sederhana, kumpulan tipsnya terbagi menjadi 4 konsep besar:

  1. Highlight: Cari satu aktivitas yang jika itu dikerjakan, kita langsung merasa produktif dan puas mengerjakan itu. Biarpun capek secara fisik namun menghadirkan semangat secara mental.
  2. Laser: Singkirkan hal-hal yang memang tidak menjadi tools pendukung aktivitas keseharian kita. Jikapun ada, cari yang betul-betul works dan mendukung pekerjaann kita.
  3. Energize: Mencari cara untuk me-recharge kembali fokus, pikiran dan raga kita untuk selalu on fire.
  4. Reflect: Evaluasi apakah ada aktifitas yang memang tidak diperlukan. Mana yang perlu dieliminasi dan mana yang perlu tetap dijaga untuk menjadi sebuah habit.

Bogor, 15-Juni-2022

satu persen


Kutipan gambar di atas berasal dari buku “Atomic Habits” karya James Clear. Dalam buku tersebut, beliau menjelaskan bahwa untuk melakukan perubahan besar dimulai dengan perubahan-perubahan kecil (atomic). Dan untuk memulai perubahan kecil itu perlu konsistensi yang cukup panjang. Satu persen perbaikan setiap hari, mungkin belum terlihat perubahannya di hari ke-2, ke-3 dan seterusnya, namun jika perubahan-perubahan kecil itu di akumulasikan dalam jangka waktu yang panjang, terlihatlah bahwa usaha yang ditempuh mencapai hasil yang tak terduga sebelumnya dalam tren exponensial.

tak sadar


sebetulnya hanya cukup punya hati dan pikiran untuk menngetahui.

adakah ruang-ruang kemanusiaan itu penuh kehangatan.

atau memang sengaja tertutup debu-debu kedengkian, kesombongan, dan maaf (kesongongan: another level of sombong).

berharap manusia untuk sadar akan apa yang mereka perbuat adalah percuma. karena mereka tak pernah mau sadar. ataukah tak memiliki hati dan pikiran?

kini, semakin jelas. bahwa level seharusnya yang kita tempuh bukanlah berharap pada manusia, tapi pada sang pemilik hati dan pikiran manusia, Allah SWT

07-06-2022

masih adakah alasan?


berkali-kali Ramadhan berlalu.

berkali-kali itu pula kau beralasan sibuk.

beralasan kelelahan, pergi pagi pulang malam.

hingga waktu istirahat malammu masih kau gunakan.

untuk menyelesaikan beragam persoalan.

dalam masa-masa penuh tantangan.

kini, waktu telah tersedia panjang.

tiap saat kau bisa lantunkan.

tak ada alasan pulang malam.

tak ada alasan kelelahan.

tak ada alasan banyak urusan.

masih adakah alasan?

untuk tidak mengkhatamkan Al Qur’an.

26 Ramadhan 1433H

Menikmati Kesunyian eps-4


selama ini.. ku mencari-cari teman yang sejati.

buat menemani perjuangan suci.

Teman Sejati – Brothers

ya, itu adalah sepenggal bait lagu yang di populerkan oleh Brothers. Singkat dan dalam maknanya. Bahwa hidup ini butuh seorang teman. dalam level kehidupan manapun, dalam lingkup apapun.

Ketiadaan teman yang mensupport adalah sebuah musibah, dan yang lebih menjadi musibah lagi adalah bila teman yang ada di samping kita bukan malah menjadi support system, melainkan menjadi penelikung ulung. Berpura-pura dalam satu frekuensi, tapi sejatinya penuh intrik menjijikan.

Ya Rabb, jauhkan kami dari segala fitnah dunia ini.

17 Ramadhan 1433H

Menikmati Kesunyian eps-3


Kamu pernah punya teman yang senantiasa disupport, diberi “panggung”, tapi justru dari belakang diam-diam dia mengkhiananti kita?

Jika ada, bersabarlah. Sabar dalam keimanan dan ketaqwaan.

Tidak ada keberkahan dalam pencapaian dunia, jika diperoleh dengan menjerumuskan orang lain. Tidak ada keberkahan dalam pencapaian dunia, jika diperoleh dengan mempecundangi orang lain.

ishbiruu..

11 Ramadhan 1433 H

Menikmati Kesunyian eps-2


Dalam sebuah perjalanan, adakalanya kita perlu utuk berhenti sejenak. Melihat kembali tapak-tapak terukir. Menata kembali arah yang mulai melenceng. Mengisi kembali ruang hati yang mulai lelah dipenuhi kecemasan, kebingungan, kesedihan.

Berhenti sejenak untuk menghibur diri, bahwa sudah panjang jalan yang dilalui. Sudah beribu batu terjal dilewati. hingga kini. Dan kamu.. bisa melewati.

Berhenti sejenak, meski dalam kesunyian.

Mungkin itulah yang terbaik. Tanpa keriuhan, tanpa tepuk tangan, tanpa sorot mata tatapan orang-orang.

Berhenti sejenak, dalam kesuyian. Dalam bahagia penuh keabadian.

3 Ramadhan 1443H

Menikmati Kesunyian eps -1


seorang bijak berkata:

“jangan biarkan kesunyian itu berlalu sia-sia. Justru itulah waktu untuk mengupgrade diri. Mengevaluasi salah di masa lalu, dan mempersiapkan hari esok yang lebih baik.”

hampir beberapa kali ramadhan berlalu, kamu sibuk. sekarang Allah istirahatkan kamu, supaya lebih banyak lagi tilawah dilantunkan, ilmu yang dipelajari, dan waktu untuk keluarga yang lebih besar.

Allah sayang kamu.

2 Ramadhan 1433H

Quote Buya Hamka


Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Buya Hamka

#JumatMubarak