Arsip | Cuplak-Cuplik RSS for this section

The Art of Thinking Clearly


Pada dasarnya setiap orang rentan mengalami kesalahan dalam berpikir. Namun bukan berarti kita tidak berusahan untuk menjadi lebih baik lagi. Dalam buku The Art of Thinking Clearly karya Rolf Dobelli disebutkan beberapa tipe kesalahan dalam berpikir:

  1. Survivorship Bias: Kesalahan logika karena kita hanya fokus pada orang/benda yang sukses saja dan mengabaikan yang gagal.
  2. Sunk Cost Fallacy: Kecenderungan orang untuk terus bertahan dalam kondisi yang buruk, walaupun kondisi di masa depan sulit membaik. Hal ini terjadi karena orang tersebut sudah terlanjur menghabiskan banyak waktu, uang, energi untuk bertahan.
  3. Confirmation Bias: kecenderungan mencari informasi yang mendukung pemikiran atau prinsip yang di anut sebelumnya. Dan menyingkirkan fakta yang bertentangan.
  4. Illusion of Control: Kecenderungan untuk percaya hal yang dikontrol, padahal tidak.
  5. Social Proof: Kecenderungan seseorang untuk mengikuti mayoritas. Kita merasa perilaku kita benar apabila mayoritas orang melakukan. Cenderung tidak ingin terlihat berbeda.

Mengetahui penyebab bias pikiran tidak memuat kita jadi kebal atau tak mungkin terpeleset dalam bias pikiran tersebut. Namun, hal tersebut bisa membuat kita menjadi lebih bijak dan berusaha memiimalisir dampak bias pikiran yang negatif.

Bogor, 21/6/2022

sibuk ≠ produktif


Kenapa kita sibuk?

Ada 2 hal yang bikin kita ngerasa sibuk banget.

  1. Busy Bandwagoon: Ada pressure bagi kita untuk selalu menyelesaikan to do list, dan merasa bersalah jika satu atau sebagiannya tidak dikerjakan.
  2. Infinity Pool: Hal yang sering muncul mengganggu aktivitas kita, semacam kolam konten yang ga ada habisnya. misal scrolling story orang lain, yang kalau kita habiskan 8 jam sehari pun tidak akan pernah selesai.

Jake Knapp & John Zeratsky, salah satu toko dibalik hadirnya Gmail dan Youtube menulis sebuah buku berjudul Make Time: How to focus on what matters everyday.

Ada kurang lebih 87 tips yang dijelaskan dalam buku tersebut. Namun secara sederhana, kumpulan tipsnya terbagi menjadi 4 konsep besar:

  1. Highlight: Cari satu aktivitas yang jika itu dikerjakan, kita langsung merasa produktif dan puas mengerjakan itu. Biarpun capek secara fisik namun menghadirkan semangat secara mental.
  2. Laser: Singkirkan hal-hal yang memang tidak menjadi tools pendukung aktivitas keseharian kita. Jikapun ada, cari yang betul-betul works dan mendukung pekerjaann kita.
  3. Energize: Mencari cara untuk me-recharge kembali fokus, pikiran dan raga kita untuk selalu on fire.
  4. Reflect: Evaluasi apakah ada aktifitas yang memang tidak diperlukan. Mana yang perlu dieliminasi dan mana yang perlu tetap dijaga untuk menjadi sebuah habit.

Bogor, 15-Juni-2022

satu persen


Kutipan gambar di atas berasal dari buku “Atomic Habits” karya James Clear. Dalam buku tersebut, beliau menjelaskan bahwa untuk melakukan perubahan besar dimulai dengan perubahan-perubahan kecil (atomic). Dan untuk memulai perubahan kecil itu perlu konsistensi yang cukup panjang. Satu persen perbaikan setiap hari, mungkin belum terlihat perubahannya di hari ke-2, ke-3 dan seterusnya, namun jika perubahan-perubahan kecil itu di akumulasikan dalam jangka waktu yang panjang, terlihatlah bahwa usaha yang ditempuh mencapai hasil yang tak terduga sebelumnya dalam tren exponensial.

Quote Buya Hamka


Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Buya Hamka

#JumatMubarak

melancholia


JIka muram biasanya merujuk kepada saat kamu merasa tidak kompeten dan kesedihan tidak berujung. Jika terus tenggelam dalam kesedihan, pada akhirnya kamu akan mencapai titik terendah. Seperti keadaan kosong. Ada cahaya disini. Begitu melepaskan semuanya, kamu bisa memimpikan awal yang baru. Kamu bisa melihat hal-hal yang belum pernah terlihat. ~ melancholia

Keluarga Bahagia Itu Sederhana Saja


Oleh Ust. Abdullah Haidir, Lc.

Keluarga mesra itu sederhana saja; Kalau suami tanpa beban dapat bilang sama istrinya, “Bu pijitin bapak dong.. pegel neh kerja seharian.” Sementara sang istri di lain waktu juga dapat dengan ringan bilang, “Pak, pijitan ibu dong, pegel neh seharian bersihin rumah…”

Keluarga rukun itu sederhana saja; Kalau suami tanpa beban dapat melihat akun FB, Twitter atau HP istrinya tanpa istri merasa dicurigai dan istri dengan ringan dapat melihat akun FB, Twitter atau HP suaminya tanpa suami merasa dimata-matai….

Keluarga hangat itu sederhana saja; Kalau suami dan istri dapat ngobrol panjang lebar berduaan dengan tema apa saja, dapat diselingi joke ringan sampai bercanda hingga ‘tonjok-tonjokan’….

Keluarga damai itu sederhana saja; Kalau suami dengan tulus memuji masakan istrinya yang sedap sedangkan di lain waktu dengan ringan dapat menegur makanannya yang kurang garam…. Sementara istri tidak terlalu khawatir jika makanan yang dia sediakan membuat suaminya marah, atau bahkan dengan ringan suatu saat dia mengatakan, “Pak, hari ini ibu tidak masak, kita beli saja yak…”

Keluarga akrab itu sederhana saja; Kalau suami senang berkunjung ke rumah orang tua istri dan istri riang jika berkunjung ke rumah orang tua suami. Kalau suami senang membantu keluarga istrinya dan istri dengan suka hati membantu keluarga suaminya…

Keluarga terbuka itu sederhana saja; Kalau istri dengan mudah dapat mengetahui isi kantong dan jumlah uang yang terdapat dalam rekening suami, sedangkan suami dengan mudah mengetahui dan memenuhi kebutuhan istri untuk keperluan diri dan urusan rumahtangganya…

Keluarga cinta ilmu itu sederhana saja, jika suami senang istrinya suka mengaji dan suka hati mengantarkannya ke pengajian walau melelahkan, sedangkan istri tidak menggerutu jika suami pulang malam karena menghadiri pengajian atau mereka datang bersama-sama ke pengajian..

Keluarga damai itu sederhana saja; Kalau suami dapat memahami jika sewaktu-waktu sang istri tidak dapat menunaikan kewajiban yang menjadi haknya dan istripun mau mengerti kalau sewaktu-waktu sang suami tidak dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan istrinya…

Keluarga akur itu sederhana saja; Jika istri dengan mudah dapat mengetahui posisi suami dan apa yang dia kerjakan tanpa suami merasa ‘dibuntuti’ sedangkan istri merasa selalu perlu izin suami jika ingin pergi tanpa merasa dikuasai…

Keluarga tenang itu sederhana saja, kalau marahnya suami kepada istri tidak berujung sumpah serapah dan tidak melupakan kewajibannya terhadap istri dan marahnya istri terhadap suami tidak berujung kata-kata keji dan tidak mengabaikan kewajibanya terhadap suami.

Keluarga aktif itu sederhana saja, jika suami merasa tenang dengan lingkungan pergaulan dan aktifitas istri di luar rumah karena sudah dia ketahui positifnya sedangkan istri juga merasa tenang dengan lingkungan pergaulan dan akifitas suami di luar rumah karena sudah disadari kedudukan dan manfaatnya. . ..

sumber: http://manhajuna.com/keluarga-bahagia-itu-sederhana-saja/

Merindu Jiwa


Jiwa-jiwa itu sedang merindu

Menjalani hari dengan selaksa harapan

Menghias waktu bercengkrama riang dengan sang karib

Sesekali sepi itu datang, sang jiwa kerontang merindu

 

Jiwa-jiwa itu sedang merindu

Sesekali ingin mengetuk-ngetuk pintu Lauh Mahfudz

Biar saja melodi waktu yang mengaturnya

Untuk sebuah pertemuan..berujung barakah

 

Jiwa-jiwa itu sedang merindu

Yang kini keduanya sedang sibuk menyamakan gontai

Alunannya tengah berdesir menuju hempasan suatu muara

Ia akan tergenapkan..jika sang jiwa telah mengiyakan amanah

 

Jiwa-jiwa itu sedang merindu,

merindu untuk tergenapkan

Untai doa tiada keluh mengalir..beharap..melukis asa

Tangan-tangan itu menengadah..mengiba kesempurnaan dien

 

Ia akan datang, pasti akan datang

Membawa cahaya bintang di jelaga hati

Mengukir pualam mega pada desah jiwa

 

Ia akan datang dan pasti akan datang

Diiringi kepakan sayap para malaikat suci yang mengangkasa pada Arasy

Memberitahu pada penduduk langit

Bahwa sang Fulan telah menemukan serpihan jiwa

Sang Khalik pun tersenyum, menghendaki derajat sang Fulan meninggi dihadapanNYA

Memberi ruang padanya untuk mengokohkan pilar-pilar bersyurga

 

sumber: http://kolikolifamily.blogspot.com/2013/08/merindu-jiwa.html

Berharap Napas yang Panjang


dakwatuna.com – Di antara gejolak-gejolak kejiwaan yang berpotensi untuk mengganggu jalannya dakwah adalah gejolak heroisme. Di sini, bukan berarti heroisme adalah salah satu sikap yang harus dihindari. Akan tetapi dalam buku Tegar di jalan dakwah-nya Ust. Cahyadi Takariawan, yang dimaksud Gejolak Heroisme adalah semangat heroisme yang sudah tidak proporsional. Menjadikan ghirah sebagai bahan bakar utama dakwah yang tak henti-hentinya dipacu tanpa mempedulikan apakah ketersediaan bahan bakar itu cukup untuk menjalankan roda estafet dakwah yang telah dirintis oleh para pendahulu kita.

Jalan ini masih panjang. Karenanya butuh energi yang cukup agar keberlanjutan proses transformasi masyarakat minazh zhuumaati ilannuur tak berhenti saat ini juga. Boleh jadi apa yang diusahakan pada saat ini, belum bisa dirasakan keberhasilannya pada saat ini juga, namun setahun, dua tahun atau bahkan baru sampai pada generasi selanjutnya keberhasilan dari sebuah proses bernama dakwah ini akan bisa dirasakan.

Banyak mungkin yang terlihat saat ini, mereka yang begitu aktif dalam dakwah kampus, setelahnya tak terlihat lagi pendar semangat yang terlihat dari aktivitas dakwahnya, tak ada lagi retorika dan strategi cemerlang yang pernah menjadi senjatanya dalam dunia kampus dulu. Bahkan kini tenggelam tertutup serpihan-serpihan kehidupan yang menutupi aura kebaikannya.

Adakalanya hak-hak raga ini juga perlu diperhatikan, agar tak layu sebelum berkembang, agar tak ada yang gugur sebelum kemenangan dicapai, dan agar tak ada yang berhenti saat perjalanan baru saja menapaki jejak yang masih sangat pendek.

Bukankah Rasulullah SAW juga pernah mengatakan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang sedikit namun terus menerus dilakukan. Tidak membumbung tinggi semangat di awal, namun hanya terjadi beberapa saat, setelahnya tak terlihat lagi.

Napas panjang, sangat dibutuhkan. Capek? memang…. karena perjuangan dakwah memang panjang. Dan tak ada istirahat sebelum kaki kita menginjak Jannah….

Semoga kita semua dikuatkan untuk memiliki napas panjang itu,, Untukmu para pejuang dakwah, perjuangan kita bukan kerja-kerja satu atau dua minggu saja, melainkan sepanjang hayat  selalu ada amanah dalam meniti jalan kebaikan ini. Ada banyak pekerjaan yang membutuhkan energi dan napas yang panjang. Oleh karenanya, tetaplah berjamaah dan terus isi nutrisi hati agar setiap derap langkah kita diberkahi. Semoga Allah menguatkan kita di jalan dakwah ini…. Aamiin…

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/05/20158/berharap-napas-yang-panjang/

Cara bikin passport ?


Tips Umum:
1. Datanglah pagi-pagi sekali ke kantor imigrasi terdekat
2. Hari Selasa
3. Lengkapi Dokumen
4. Berpakaian Rapi Sopan dan Bersepatu
5. Bawa Alat tulis
6. Bawa Lem perekat
7. Siapkan materai 6000 (kalo dibutuhkan)
8. Hindari Calo dan Sabar

Dokumen Penting (semua asli dan fotocopy):
1. Akte Lahir
2. Kartu Keluarga yang masih berlaku
3. Kartu Tanda Pengenal (ktp/sim)
4. Ijasah Terakhir
5. Surat Nikah (bagi yang menikah)
6. Surat Rekomendasi Perusahaan/Instansi (asli aja)
7. Photo 4×6 2 lembar

Prosedur Umum Pembuatan Paspor:
1. Datang Ke Kantor Imigrasi
2. Ingat Bawa Dokumen Penting
3. Ambil Formulir di loket Pendaftaran (harusnya gratis)
4. Isi formulirnya (bisa baca tulis khan?)
5. Jika di isi pekerjaan swasta maka butuh Surat Rekomendasi (tulis aja wiraswasta)
6. Tempelkan photo 4×6 1lbr pada bagian depan PERDIM II
7. Masukkan semua berkas asli maupun fotocopy
8. Berikan ke Petugas di LOKET B2 (penerima)
9. Tunggu untuk dipanggil dan pengembalian berkas asli ke pemilik.
10.Pulang dengan membawa selembar kertas pendaftaran.

Prosedure Lanjutan Pembuatan Paspor:
1. Kita akan datang 3-4 hari setelah penyerahan dokumen
2. Jangan lupa bawa kertas pendaftaran
3. Serahkan kertas pendaftaran ke Loket B2 (loket awal)
4. Tunggu panggilan (cepet kok pas sepi cuma 15 menit)
5. Setelah dipanggil, kita menuju ruang Photo Biometric (antri)
6. Dandan yang rapi, bercermin kalo acak-acakkan
7. Berphoto, harus senyum nggak boleh nangis
8. Finger Print, photo 10 sidik jari tangan kita
9. Wawancara perihal arsip, dokumen dan tujuan imigran.
10. Bayar di loket pembayaran, minta kwitansi untuk pengambilan.
11. Tanda Tangan Paspor

Biaya Yang harus dikeluarkan:
1. Adminitsrasi: Rp. 5000
2. Paspor 24: Rp. 225.000
3. Paspor 48: Rp. 275.000

Pengambilan Paspor :
1. 3-4 hari kemudian bawa kwitansi sebagai bukti untuk pengambilan
2. Serahkan Kwitansi ke Loket B1 (penyerahan)
3. Tunggu hingga dipanggil
4. Tanda tangan Pengambilan
5. Simpan paspor dengan baik dan bawa pulang.
6. Selesai

 

berikut ada beberapa tips dalam ngurus paspor sendirian:

1. ngambil nomor utk serahkan berkas. Nah ane perhatiin kemarin, banyak calo2 yg belon dapet objekan itu ngambilin nomor2 tersebut buat dijual ke calon pemakai jasa mereka. Dan yg parahnya ada yg nggak ngerti ngambilin terus nomor antrian tersebut dan akhirnya cuma dibuang aja.. Pengalaman ngambil antrian jam 8:30 baru bisa masukkan berkas jam 13:30. 😦 Sebaiknya dateng sepagi mungkin untuk dapatkan nomor antri yg nomor awal2.

2. Dokumen KK, KTP, Akte lahir, paspor lama dan dokumen lain lain agan JANGAN sampe beda nama, karena akan jadi pertanyaan panjang. Misalnya “Budhi Susilo Abidin” (maaf ya cuma contoh saja jika ada yg namanya sama) di KTP taunya di akte kelahiran cuma “Bhudi” aja. di Ijazah terakhir “Budi S. Abidin”. Akan jadi pertanyaan dan bisa bolak balik ngurusin itu doang.

3. jangan termakan rayuan calo. Sejago jago2nya mereka ngurus kurang satu hari jamin diatas 1 jeti. ane sudah coba nanya sama Travel agent se biasa2nya itu 500 ribu dua hari kerja; sekarang urus2 dokumen, besok foto dan nunggu selesai.

4. Total ngurus sendiri itu cuma tiga kali dateng; pertama serahkan berkas (karena ane apes jadi setengah hari). 4 hari kemudian serahkan ambil berkas dan foto (45 menit). 3 hari kemudian dateng buat ambil (15 menit)

– untuk yang bikin baru harus cek KTP dulu (bayar 5rb)
– untuk suami istri harus bikin surat pernyataan suami istri (tempel materai)
– datang pagi-pagi sekali soalnya nomor antrian awal biasanya untuk calo2
jadi walaupun dateng pagi, nomor antrian bisa dapet nomor 80-an

Pada dasar nya :

1. kalo para agan punya waktu lebih, mo nambah pengalaman trus seneng bolak balik & menunggu di sana sih, gpp kl mo ngurus sendiri. ( minimal 3 x kedatangan, yaitu :

KEDATANGAN I :
sebisa mungkin sudah ada ditempat jam 06.00, silahkan buruan isi daftar antrian yang tersedia di dekat pintu masuk utama (ada petugas nya koq) dan letakan map / amplop yang sudah berisi data2 bersama2 dengan tumpukan berkas pemohon yang lain.

nah pasti nanti agan2 semua pd bingung, koq tumpukan berkas nya kebanyakan map berwarna kuning keluaran kantor imigrasi. beda sendiri ya? gpp koq, di situ cuman buat ngebooking nomor antrian ke loket 1 / loket permohonan. nanti setelah diberikan nomor antrian dan dikembalikan berkas nya ( sekitar jam 8 kurang 5 menit ),

silahkan kalo para agan2 mo beli map+formulir+materai (beli di koperasi yang ada di belakang gedung sebelah kanan, biasanya baru bukan jam 7.30an), nah trus diisi dah formulir dan surat pernyataan + tempel materai . + copy KTP + copy KK + copy Akte Lahir atau Surat Kenal Lahir + copy Ijazah SD atau SMP atau SMA + Surat Sponsor (Surat Pernyataan dari perusahaan tempat agan bekerja yang menyatakan bahwa agan benar karyawan perusahaan tersebut).

Trus kalo ada salah tulis dan ga bawa tip-x, jangan malu, minta lagi aj ama koperasi nya ( inget y, “minta !!!” ), karena pada dasar nya yang bayar tuh cuman map nya doang, kalo formulir & surat pernyataan sih gratis.

KEDATANGAN II :
kalo saat kedatangan I semua data sudah lengkap, pasti diberikan tanda terima untuk sesi FOTO & WAWANCARA keesokan harinya.

Nah, kedatangan ke II ini juga harus diusahakan sudah tiba di tempat jam 06.00. Tapi untuk x ini, langsung menuju LOKET 2, cobloskan TANDA TERIMA untuk wawancara pada tempat yang tersedia.

Trus nunggu lagi deh ampe jam 08.30 ( lebih lama 30 menit?? )
Di LOKET 2 ini, agan2 nunggu diberikan nomor antrian (antrian lagi??) ya gan ngantri untuk bayar biaya pembuatan paspor ( 200 rb u paspor 48 halaman & 50 rb u paspor 24 halaman + biometrik 55rb + sidik jari 15rb ). jadi total biaya resmi untuk paspor 48 halaman = 270 rb & 120 rb untuk yang 24 halaman.

Setelah bayar, tinggal nunggu 2 x lagi, yang 1x nunggu untuk pengambilan foto dan sidik jari dan nunggu yg ke-2 untuk sesi wawancara.

KEDATANGAN III
Setelah semua sesi selesai, silahkan DATANG UNTUK YANG KE-3 X nya, (biasanya 4 hari setelah sesi foto & wawancara) untuk mengambil PASPOR yang sudah ta’ sabar menanti diajak agan2 semua ke luar negeri.:maho

NB. :
– para agan harus paaanjang …. sabar kalo melihat para pemohon yang datang lebih siang dari agan tapi lebih dulu dilayani oleh petugas.
(“biasa gan, kalo bisa dipersulit, ngapain juga dibikin gampang ” & beda harga = beda pelayanan nya, mungkin itu prinsip yang dianut)

2. Kebalikan dari yang pertama, kalo agan2 mo bikin paspor tp udah ga punya waktu lagi buat ngurusin tetek bengek kaya begitu & ikhlas memberikan “sumbangan jasa” sekitar 250 – 300 rb, silahkan cari biro jasa yang telah dikenal.

passport 24 dan 48 hanya berbeda di jumlah halamannya saja, bila para juragan sering keluar negri ane saranin pake passport yang 48 halaman. lain kata passport 24 akan lebih cepat habis dibanding passport yang 48

 

sumber: agan-agan kaskuser

Dirosat


Ada baiknya sesekali kita berkaca ulang. Menimbang kembali apa yang sedari dulu kita mau, apakah kini sudah terjadi. Atau apa yang kita mau di masa mendatang, bagaimanakah cara kita membuatnya nyata. Maka semua diawali dari seperti apa definisi kemauan kita.

Tidak mudah mendefinisikan apa yang kita mau. Sebab, itu dipengaruhi oleh banyak faktor. Semua itu akan sangat mempengaruhi bagaimana kita memilih untuk menjadi apa.

~Tarbawi~

500 Tokoh Muslim Paling berpengaruh


Berikut ini saya hanya menampilkan tokoh-tokoh yang dari Indonesia saja, untuk lebih lengkapnya bisa mendownload dokumen di bawah ini.

(klo mau protes nama-namanya, ke pihak penyelenggara ya ~>themuslim500.com<~ , saya cuma mempublish disini :))

Edisi 2009:

1.Prof. Dr. Tuty Alawiyaah

2. Syafi’i Anwar

3. Azyumardi Azra

4. Haidar Bagir

5. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

6. Syafii Maarif

7. Lily Zakiyah Munir

8. Dr. KH. Achmad Hasyim Muzadi

10. Helvy Tiana Rosa

11. Prof. Dr. M. Din Syamsudin

12. Hj. Maria Ulfah

13. Dr. Nasarudin Umar

14. Abdurrahman Wahid

15. Susilo Bambang Yudhoyono

Edisi 2010:

1.  Prof. Tuty Alawiyaah

2. Irfan Amalee

3. Haidar Bagir

4. Abu Bakar Baasyir

5. Anies Baswedan

6. Endy M. Bayuni

7. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

8. Sri Mulyani Indrawati

9. Syafii Maarif

10. Sahal Mahfudz

11. Goenawan Mohammad

12. Husein Muhammad

13. Tri Mumpuni

14. Helvy Tiana Rosa

15. Quraish Shihab

16. Dr. KH. Said Aqil Siradj

17. Prof. Dr. M. Din Syamsudin

18. Hj. Maria Ulfah

19. Dr. Nasaruddin Umar

20. Susilo Bambang Yudhoyono

21. Nani Zulminarni

Edisi 2011:

1. Prof. Dr. M. Din Syamsudin

2. Anies Baswedan

3. KH. Achmad Mustofa Bisri

4. Syafii Maarif

5. Dino Pati Djalal

6. Sahal Mahfudz

7. Dr. Nasaruddin Umar

8. Prof. Tuty Alawiyaah

9. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

10. Quraish Shihab

11. Haidar Bagir

12. Husein Mohammad

13. Sri Mulyani Indrawati

14. Tri Mumpuni

15. Helvy Tiana Rosa

16. Hj. Maria Ulfah

17. Endy M. Bayuni

18. Goenawan Mohammad

19. Abu Bakar Baasyir

20. Habib Rizieq Shihab

21. Dr. KH. Said Aqil Siradj

22. Susilo Bambang Yudhoyono

Nasyid Permata Tarbiyah (Tribute To Bunda Yoyoh Yusroh)


By: Izzatul Islam

Angin malam berhembus

sendu mengiris kelam
sepoi membelai jiwa
hanyut dalam buaian
bagai menyambut sukma
mujahidah mulia
songsong janji setia
dalam peluk ridho-NYA
malam menagih dalam rindu
saat waktunya tiba
kita berpisah dalam fana
kelak kita berjumpa
Duhai permata tarbiyah
anggun dalam keteguhan
duhai penyemai bunga dakwah
harum mewangi buana
jejak langkah kau semaikan
kan terpatri dalam diri
jejak langkah kau semaikan
kan abadi dalam hati
Ya Robb, aku sedang memikirkn posisiku kelak di akhirat nanti. Mungkinkah aku berdampingan dengan ‘penghulu para wanita:  seperti Khodijah Alkubro yang berjuang dengan harta dan jiwanya? Atau dengan Hafsah binti Umar yang dibela oleh Allah saat akan diceraikan karena showamah dan qowamahnya? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500an hadist, sedangkan aku…ehmmm 500 juga belum…atau dengan ummu Sulaim yang shobiroh, atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad?… Atau dengan siapa ya?…  Ya Allah tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliyah mereka sehinga aku layak bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka ditaman firdaus-Mu

Download disini

kestabilan jiwa


Alhamdulillah, selama ini perantara jamaah selalu memahami kita, menjaga kita, memelihara kita,agar hati kita terpelihara, jangan sampai menjadi nufus murtabikah,  jangan menjadi jiwa yang guncang, jiwa yang kalut dalam menghadapi tantangan. Dan bahkan Allah Taala telah mengarahkan kepada kita bagaimana agar istiqrarun nafsi (Ketenangan dan kestabilan jiwa) itu bisa dipelihara, maka kemudian Allah mewajibkan dan menyunahkan akan adanya sunnah berumah tangga dan berkeluarga. Karena berkeluarga adalah salah satu jenjang, salah satu sarana, salah satu wadah untuk memelihara nufus mustaqirrah.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Q.S. Ar-Ruum: 21)

Istiqrarun ‘aili, ketenangan dan kestabilan keluarga para dai dan daiyat, bahwa keluarga duat dan daiyah tidak seperti keluarga kebanyakan manusia. Dari mulai munthalaq-nya, pangkal bertolaknya mereka berumah tangga, dimana rumah tangga itu dibangun dengan mahabbah fillah. Apa lagi sama-sama dibangun melalui wihdatul aqidah, wihdatul fikrah dan wihdatul minhaj.

Bahkan selalu seiring bergandengan tangan dalam perjalanan dakwah dengan segala pengorbanannya, maka ikatan mahabbah fillah yang didasari wihdatul aqidah (satu akidah), wihdatul fikrah (satu pemikiran) dan wihdatul manhaj (satu konsep) itu diikat pula oleh ikatan romantisme dakwah. Ikatan romantika dakwah yang mengikat rumah tangga kita. Allahu akbar walillahil hamd.

 

~majalah al-intima~

 

KP di Edwar Technology


alhamdulillah ini hari ke-2 saya KP di Edwar Technology, lab nya Pak Warsito, sang Penemu alat pemindai 4D. Entah kenapa juga saya bisa ‘terjebak’ di lab ini. awal mulanya daftar di BTL-BPPT, tapi kemudian di pondah di MEPPO-BPPT dan akhirnya atas kebaikan hati dosen pembibing saya di BPPT akhirnya berlabuh di tempat yang merupakan tempat orang-orang hebat ini.

*semoga ilmunya bisa nular juga 🙂

Istiqamah: Konsisten, Persisten, Konsekuen


dakwatuna.com – Ketika membicarakan apa itu istiqamah, akan banyak sekali interpretasi yang muncul berkaitan dengan maknanya. Satu kata ini memang memiliki makna yang sangat dalam sehingga ketika ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah. “Ya Rasulullah, ajarilah aku tentang Islam yang aku tidak akan menanyakan ini lagi kepadamu?”. Maka Rasul pun menjawab “Berislamlah, berbuat baiklah lalu istiqamah”. Karena amalan yang paling disukai oleh Allah bukan sekedar amalan yang besar semata. Tapi juga amal yang dijalankan secara kontinyu dan terus mengalami peningkatan.

Saya teringat dengan sebuah kajian yang disampaikan oleh Ust. Arief Munandar beberapa tahun yang lalu di Masjid Fakultas Kehutanan UGM, beliau menjelaskan bahwa ada beberapa makna Istiqamah yang bisa kita ambil hikmahnya, di antaranya adalah, Konsisten, Persisten, dan Konsekuen. Ketiga unsur makna ini adalah bentuk dari perwujudan sebuah makna keistiqamahan dalam berjuang dengan idealisme dakwah yang tinggi., yang akan tetap memperjuangkan dakwah dengan keistiqamahan idealisme hingga syahid menjadi penutup akhir hidup seorang manusia.

1. Konsisten

Idealisme  tidak dibatasi oleh waktu. Ia tak hanya berumur 4 atau 5 tahun dan bersemayam di jiwa hanya ketika berada di kampus. Idealisme harus dibentuk dengan penuh pemahaman bahwa apa yang selama ini diperjuangkan dan diyakini adalah memang sebuah kebenaran. Bukan hanya sekedar taklid, mengikut tanpa tahu maksud. Idealisme tidak akan bertahan lama bila dibangun di atas fondasi pemahaman yang rapuh. serta tidak ditegakkan secara konsisten. Karena hanya orang-orang beridealisme tinggilah yang mampu menghadapi berbagai gelombang ujian kehidupan. Konsisten berarti apa yang dikatakannya hari ini adalah juga merupakan perkataannya hari esok.

2. Persisten

Ketika sebuah usaha mengalami kegagalan atau menemui berbagai macam benturan kepentingan yang saling melemahkan, maka persistensi seseorang yang memiliki idealisme tinggi harus menjadi senjata ampuh untuk bisa menjadi tameng dalam menghadapi beratnya cobaan itu. Ketika terjatuh, ia harus kembali bangkit, bukan sekedar menyesali kesalahannya. Introspeksi memang penting, tapi jauh lebih penting lagi bila kita tak hanya menyesali kesalahan, akan tetapi juga mampu mencari solusi untuk bangkit dari kegagalan. Karena orang yang kuat bukan hanya yang mampu melewati terpaan ujian semata, tapi mampu kembali mendongakkan wajah saat raganya mulai tersungkur dan mampu mengepalkan kembali semangat juang dari keterjatuhan. Persisten harus dibangun dalam diri setiap mujahid-mujahid dakwah karena akan banyak sekali tenaga yang dibutuhkan dalam memperjuangkan kalimatullah dan kemenangan dakwah di muka bumi ini.

3. Konsekuen

Hal yang menjadi penting bagi seseorang yang memiliki idealisme adalah ia harus konsekuen dengan apapun yang ia perbuat. Ia harus mampu berada di garis terdepan ketika banyak orang yang mencela. Bukan sembunyi dibalik ketakutan yang menghantui. Apapun yang telah kita perjuangkan pasti ada konsekuensinya. Memperjuangkan dakwah berarti kita harus siap dengan segala macam hambatan dan musuh-musuh dakwah yang pasti akan selalu mencari celah untuk menghancurkan kita. Memperjuangkan dakwah berarti kita harus rela mengorbankan segala potensi yang kita miliki, selama itu masih bisa kita lakukan. Harta, waktu, tenaga bahkan jiwa adalah potensi-potensi itu. Dakwah ini membutuhkan orang-orang yang tetap tegar memperjuangkan dakwah sehingga ia mampu menjadi seorang pejuang yang tak kenal lelah. Karena kelelahan hanya akan membuat kita semakin terpedaya untuk meminimalisir waktu perjuangan yang ada. Kelelahan hanya akan membuat produktivitas dakwah ini menurun. Oleh karena itu sangat dibutuhkan sekali energi pembaharu semangat dakwah yang akan menjadi obat bagi kelelahan menyusuri jalan Perjuangan ini.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/10/15696/istiqamah-konsisten-persisten-konsekuen/#ixzz1bxjMaAl0

Sepanjang Hidup-Maher Zain


Sepanjang Hidup_Perjalanan Cinta

aku bersyukur kau di sini kasihdi kalbuku mengiringi
dan padamu ingin ku sampaikan

kau cahaya hatidulu ku palingkan diri dari cinta
hingga kau hadir membasuh segalanya
oh inilah janjiku kepadamu

reff:
sepanjang hidup bersamamu
kesetiaanku tulus untukmuhingga akhir waktu kaulah cintaku cintaku
sepanjang hidup seiring waktu
aku bersyukur atas hadirmu
kini dan selamanya aku milikmu

yakini hatiku kau anugerah Sang Maha Rahim
semoga Allah berkahi kita
kekasih penguat jiwaku

berdoa kau dan aku di Jannahku temukan kekuatanku di sisimu
kau hadir sempurnakan seluruh hidupku
oh inilah janjiku kepadamu

repeat reff

yakini hatiku bersamamu ku sadari inilah cinta
tiada ragu dengarkanlah
kidung cintaku yang abadi

repeat reff

http://www.4shared.com/audio/3cV0L5Oq/maherzain-sepanjang_hidup.html

Mau Tahu Sejarah Banten? Nonton Film Ini ‘Titisan Tanah Banten’


Ada berita baru dari dunia perfilman Indonesia. Kali ini, insya Alloh film yang mendidik yang mengajak kita mengetahui sejarah banten dalam balutan film. 
Film yang akan diputar di televisi ini (FTV)  berjudul ‘Titisan Tanah Banten’   dengan Episode Perdana “Cahaya Kewalian”. Anda bisa menyaksikan di Jak TV pada  Minggu, 16 OKtober 2011 Pukul 20.00 WIB. Yang mengejutkan adalah  pemeran utama dalam film ini adalah seorang Ulama yang juga anggota DPR yakni Al Ustadz H Jazuli Juwaeni. Ternyata Ustadz bisa acting juga ya.
Film ini mengungkapkan karakter banten yang terkenal dengan jawaranya dan ulamanya. Ketika moral yang “biadab” merajalela, muncullah ulama yang membebaskan banten dari moral ‘rendahan’ itu. Film ini dibuat untuk menggambarkan Banten di masa jaya saat dipimpin oleh ulama. 
Penasaran kan? Tunggu sampai tanggal 16 Oktober ya. Stay tuned on your own television, guys! Check out this trailer first!

If only I could say…


Anladım diyemem ki! Suçluyum 
Belki ben anlatamadım sana kendimi 
Tutuştum, yandım da yokluğunda her gece 
Yine gözyaşlarımla söndürdüm kalbimi 
Her gün her dakika seni özlerdim 
Bitmezdi kederim senin yanında bile 
Susardım, gözlerime baktığın zaman 
Mermer bir heykelin çaresizliğiyle 

 

Oysa neler düşünürdüm sen yokken 
Sana kavuşunca neler söylemek isterdim 
Dakikalar bir ışık hızıyla geçerdi 
Ayrılık başlayınca ben biterdim 
En kötüsü beni koyup gitmendi 
O öyle bir yalnızlıktı anlatılmaz 
Hep yarım kalmış heyecanlar hazlar içinde 
Biterdi bir kış, geçerdi bir yaz 
Ve nice yıllar kovalardı birbirini 
Gözlerimde gitgide büyürdü mesafeler 
Bütün teselliler uzaklarda kalırdı 

 

Bütün çiçekleriyle solardı bahçeler 
Ne olurdu saadetlerin en büyüğü 
İşte ellerimde al, diyebilseydim 
Anlardın, ve hiç gitmezdin, değil mi 
Bir gün duyduğum gibi kal diyebilseydim.

 

Ümit Yaşar Oğuzcan-

Nol


“kalau wanita mempunyai akhlak baik dan cara berfikir positif, maka ia adalah angka 1.
kalau ia juga cantik maka imbuhkan 0, jadi 10.
kalau ia juga punya harta, imbuhkan lagi 0, jadi 100.
kalau ia pintar dan cerdas, imbuhkan lagi 0, jadi 1000.
kalau seorang wanita memiliki semuanya tapi tidak memiliki yang pertama maka ia hanya 000.” –Al-Khawarizmi