Arsip | Insan Cendekia RSS for this section

Selamat ya Bu Penny


1901608_10202953768950084_834287060864487514_n

Selamat ya bu.. semoga IC tambah sukses.

*guru biologi terkeren yang pernah saya temui 🙂

Selamat Milad IC yang ke-18


https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10203873843558678&set=a.3667131729084.145095.1598521776&type=1

Foto di ambil dari fb pak Away  Tampak dalam gambar, suasana milad yang amat sangat sederhana sekali, Dr. Suwardi menyerahkan sejumput nasi tumpeng kepada Bu Persahini Sidik…

kalau lihat mereka jadi ingin kembali merasakan indahnya masa-masa SMA #eh MAN 🙂

 

jam 04.30-05.00: shalat subuh + asmaul husna + tilawah. Hitungan poin 4 dimulai….. petugas keliling kamar mencari siapa saja yg ngumpet di lemari, di balkon, di kolong tempat tidur atau bahkan yang pura-pura sakit.

jam 05.00-06.00: antri di kantin + makan + mandi atau pola siswa tipe ke-2 : mandi +antri di kantin +makan

jam 06.00-06.30: beres-beres kamar (tapi jarang deh)

jam 06.30: panggilan apel menggema….. poin 4 kembali menghantui.

jam 06.45: udah rapi baris per angkatan. yang cowok di depan gedung F, yang cewek samping kantin. biasanya ada pengumuman kamar terbersih dan terkotor.  kalau pas kyk gini biasanya apel digabung cewek-cowok biar yg cowok pada malu pas namanya dipanggil 🙂

jam 06.50: pemberangkatan di mulai, kejar-kejaran antara barisan cewek dan cowok. siapa cepat masuk kelas dia yang bebas pilih kursi. yang cowok lewat jalur timur, cewek lewat jalur barat.

jam 07.00-07.15: tilawah

jam 07.15-09.30: hening

jam  09.30-10.00: istirahat, ada yang ke perpus, ke kantin, ke masjid, ke poliklinik sekedar ngukur berat dan mengoleksi vitamin C  dan…… ke asrama (yang ini terlarang sebenarnya)

jam 10.00-12.00: hening

jam 12.00-12.30: sholat zuhur + tausiyah + diiringi dengan dengkuran siang hari

jam 12.30-13.00: antri di kantin + makan siang (plus ada lempar-lemparan gelas dan sendok). duduk satu meja dengan sesama anak gurah. satu gurah (guru asuh)  ada sekitar 10 orang

jam 13.00-15.30: hening

jam 15.30: sholat ashar

jam 16.00-18.00: pilihan (rapat acara+basket+bola+perpus+kantin+suplemen), tapi kalau udah kelas XII pilihannya cuma 1: PEMANTAPAN

jam 18.00: shalat maghrib + asmaul husna +tilawah.

jam 18.30-19.30: antri di kantin + makan malam

jam 19.30: shalat isya

jam 20.00: Muhadhoroh, Kajian Tematik, BINTEK, pelajaran tambahan, ngerjain PR dan lain-lain

jam 22.00: kehidupan asrama yg sebenarnya di mulai 😀

——————————————————————————–

Selamat Jalan Adik Kami..


Meski tak pernah bertemu, tapi kepergiannya adalah sebuah kehilangan yang besar. Jujur, saya merasa betapa diri ini masih jauh dari amal-amal yang diperbuat olehnya. Rekam jejaknya, kesaksian orang-orang terdekat hingga sepenggal tulisan di blog penuh makna yang kini menginspirasi begitu banyak manusia. Novilia Lutfiatul, seorang alumnus Insan Cendekia Serpong Angkatan XIV yang bersatus sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran Undip, Ahad sore memenuhi panggilan RabbNya. Ia dijemput malaikat maut dalam sebuah kecelakaan bus di Baturaden, Jawa Tengah.

Pertama kali berita itu saya dapatkan dari TL twitter, awalnya mengganggap yang menjadi korban bukan ‘siapa-siapa’, tapi ketika beralih ke facebook, justru semakin banyak berita itu bermunculan yang diposting oleh adik-adik kelas. Ketika saya cek, innalillahi wa inna ilaihi raaji’un ternyata yang menjadi korban kecelakaan itu adalah adik kelas saya.. Dan ternyata dia, yang saya belum pernah kenal dengannya, sudah menjadi friend di facebook. Mungkin dia sudang meng-add beberapa bulan yang lalu. Afwan dek, saya belum sempat menyapa.

Allahu Akbar, membaca tulisan-tulisan di blognya membuat saya merinding sekaligus iri. Merinding karena pertanda kepergiaannya begitu jelas terlihat dalam rekam jejak blog dan facebook-nya, 8 dari 11 tulisan yang ada di blog tersebut ia tulis pada tanggal 1 November 2012, tepat 3 hari sebelum kematiannnya. Membaca judul demi judul membuat saya yakin bahwa ia syahidah dalm sakaratul mautnya. Ia ingin meninggalkan pesan terbaik pada manusia bumi saat hendak menemui RabbNya. Di samping itu, saya iri.. Iri? Iya.. karena kepergiannya membuat semua orang yang pernah mengenalnya atau bahkan baru tahu namanya ketika berita itu dikabarkan menjadi tersadar akan maut yang bisa datang menjemput kapan saja. Ia begitu mulia, saat di akhir hayatnya memberi pesan istimewa dan membuat orang menangisi kepergiannya.

Mohon maaf, kami dari jogja hanya bisa mendo’akanmu lewat shalat ghaib bersama di masjid kampus siang tadi. Semoga kita sebagai keluarga besar IAIC bisa dipertemukan nanti di jannah-Nya. Aamiin.

Selamat Jalan Adik Kami… Saya bahagia… sangaaaaaat bahagia punya adik seperti Novi. Begitu mulia di akhir hayatnya.

Allahummaghfirlahaa, war hamhaa, wa’afiihaa wa’fu anhaa…

Semoga kita menjadi manusia yang hidupnya bermanfaat, dan wafatnya menjadi pengingat… 

Semoga kita menjadi manusia yang kehadirannya menyejukkan, dan kepergiannya dirindukan…

Semoga kita menjadi manusia yang hadirnya memberi motivasi dan ketiadaannya masih tetap memberi inspirasi..

Depok, Sleman

Senin, 5 November Pukul 23.20 WIB

4 hari menjelang miladmu dek yang ke 20 tahun .

BlackForest Jam 3 Pagi…


“ri, bangun….. bangun….. bangun…”

Seperti suara dalam mimpi saja, seseorang menggoyang-goyangkan tempat tidurku dalam kegelapan. Lampu kamar saat itu masih dimatikan, tapi entah suara itu datang dari arah mana. Lama berselang, ternyata suara itu tak hanya menggoyang tempat tidurku yang ada di ranjang tingkat, tapi juga menepuk-nepuk pipiku hingga tersadar bahwa ada seseorang yang telah masuk ke dalam kamar.

Ternyata itu putra, stafku di departemen kerohanian OSIS. Ngapain pagi-pagi buta gini dia membangunkanku? Membangunkan sahurkah seperti tugas biasanya? Ah bukan, ini kan hari rabu.

“gawat, gawat…” ia berujar sambil menyilangkan jari jemarinya.

Kutatap dirinya dengan mata yang masih berkunang-kunang. Sepertinya ada sesuatu yang telah terjadi dini hari ini.

“Komputer permadani hilang.”

Sontak, aku langsung tersadar. Mataku yang masih ‘kriyep-kriiyep’ langsung membelalak. Langsung saja kuturun dari ranjang atas.

“yang bener?”

‘iya, tadi gw kan mau ke PERMADANI buat belajar, eh pas gw liat udah gak ada komputernya.”

)|(

Memang akhir-akhir ini sering terjadi pencurian di lingkungan sekolahku. Beberapa hari yang lalu computer-komputer yang ada di lab di bobol maling. Dan mungkin aksi malam mini sang pencuri mengalihkan operasinya ke lingkungan masjid.

Segera saja aku dan putra keluar asrama menuju serambi masjid, tempat PERMADANI itu berada. Dalam perjalanan putra khawatir kalau seandainya departemen kami akan mendapat hukuman dari Pembina asrama. Mengingat komputer itu baru saja diberikan oleh Pembina asrama untuk keperluan pengelolaan masjid dan kegiatan OSIS. Hingga tak jarang teman-teman dari departemen lain juga ikut memanfaatkan komputer itu.

Awalnya, komputer khusus departemen kerohanian itu ditaruh di ruang sekretariat yang berada di samping mimbar utama, tapi karena beberapa hal, dan juga untuk mempermudah akses teman-teman departemen lain untuk menggunakannya, makanya kupindahkan komputer itu di ruang PERMADANI.

Tempatnya memang lebih terbuka bila dibandingkan ruang sekretariat. Meski ruangan PERMADANI terkunci, tapi banyaknya jendela terbuka membuat sipa saja yang lewat sekitar serambi itu pasti akan melihat seisi dalam ruangannya.

)|(

Langkah gontai kami akhirya menuju pada ruangan tempat dimana komputer itu berada. Ruangannya masih gelap, sepertinya kondisi yang gelap itu memudahkan si pencuri untuk melakukan aksinya.

Putra kemudian membuka pintu… dan lampu pun dihidupkan

“tadaaaaaaa.”

Kulihat segerombolan orang tengah duduk melingkar dengan hidangan blackforest di tengah-tengahnya. kulihat di sisi kanan PERMADANI masih ada komputer yang diceritakan putra tadi. Dan kulihat semua orang yang ada di ruangan itu tersenyum tersenyum puas karena telah ngerjain ketua departemennya.

“selamat milad ya ri…selamat milad ya kak”

gRrrrr.. ternyata staf-stafku yang melakukan ini semua. Ngerjain orang saat tengah tertidur pulas, dan menyajikan hidangan blackforest di pagi buta.

Sejenak, aku terduduk di hadapan mereka. Menyampaikan sepatah dua patah kata. Bingung. Antara marah dan bahagia. Marah karena sudah membuat sportjantung, dan bahagia ternyata mereka ingat hari kelahiranku.

Haha surprise untuk hari itu, dan sepertinya itu milad paling berkesan selama ini..
Teruntuk squad Diorama Andalusia 17 , satu kata yang pernah kita tulis di lembaran karton yang kini entah dimana. “PERJUANGAN BARU DIMULAI.”

)* cerita ini hanya fiktif belaka, jikalau ada kesamaan nama dan tempat, yaaa emang kebtulan aja 🙂

Jupri Supriadi (Teknik Fisika UGM)
Roby Dwi Putra (Planologi ITB)
Billqishty Aulia Ardhi Arsya (Teknik Fisika ITB)
Mikail Hamidummajid (Hukum UI)
Rifki Wildan Yoantino (FISIP UI)
Hamida Amalia (SITH ITB)
Nabilah Shabrina (STEI ITB)
Siti Zahra Ni’mah (FK UNS)
Al Urwatul Wutsqo (FK UNPAD)
Ulfah Nurhidayah (Farmasi UI)
Shabrina Adzani Awanies Latief (Psikologi UI)

Bermula di Sini


Bermula di Sini
1996 adalah awal yang tidak akan bisa ditawar-tawar. Fakta absolut. Wujud awal Insan Cendekia berdiri di Serpong, Ciater, Serpong. Wujud Insan Cendekia kedua terlahir di Bone Bolango, Gorontalo, setahun kemudian.

Penuh dinamika. Saling mewarnai. Saling memberi. Saling simpati. Saling empati. Ada nuansa. Ada rasa. Ada cita rasa. Dan ada asa. Bukan milikku. Bukan pula kau. Ini milik kami. Kami bersejarah.

Kini kami di puncak pohon kehidupan. Hijau. Rindang. Dan tinggi. Terpaan juga.
Terus tumbuh.

Banyak yang hinggap. Karena aku. Karena butuh. Karena peluang. Karena asa. Karena dunia. Karena atas nama pahala. Karena atas nama bangsa. Karena atas nama Negara. Karena atas nama Islam. Tak terasa kalau mengatasnamakan ‘karena’ itu telah menjadi benalu.

Kini kami di puncak pohon kehidupan. Hijau. Rindang. Dan tinggi. Benalu juga.
Terus tumbuh.

Kami adalah kata yang tidak bisa mewakili kekamian lagi. Karena kami adalah kami yang lebih besar. Kami milik negeri. Kami milik bangsa. Kami milik Islam. Karena ada kata ‘milik’ maka kami bukanlah kami lagi.

Ada kami yang mengaku sebagai bapak biologis. Juga ideologis. Ada kami yang mengaku sebagai ibu yang melahirkan. Juga yang membesarkan. Tak tertinggal pula ada kami yang tiba-tiba mengaku telah meniupkan roh Insan Cendekia, oleh karenanya kami yang lebih berhak mengakui jiwa itu.

Tapi aku yakin. Semua bermula di sini. Kami tetap di sini! Kami Bersejarah! Bukan Benalu!

12 April 2012
Di Sini, di Serpong.

 

Oleh; Pak Ipik Ernaka

~semoga yang di sana tetap baik-baik saja~

bedakan..


untuk para orang tua, atau para guru yang mungkin bertanya-tanya, “lho kok masuk insan cendekia bayar 32 juta, katanya full beasiswa?”, mohon untuk dicek lagi apakah itu MAN Insan Cendekia atau SMU Insan Cendekia.

Sepintas memang banyak persamaan:

1. yang satu bernama MAN Insan Cendekia Serpong, BSD (Bumi Serpong Damai) dan yang satu lagi SMU Insan Cendekia BSD (Boarding School Development).

2. logo MAN Insan Cendekia seperti diatas yang bagian kiri, sedangkan logo SMU Insan Cendekia yang sebelah kanan. (Jelas maknanya beda, kalau yg asli rangkaian logonya membentuk huruf “Insan” dalam bahasa arab, kalau yang KW hanya membentuk huruf “insa”

3. Kedua sekolah ini sama-sama berada di satu wilayah yang sama, Serpong, Tangerang Selatan. supaya lebih jelas buka web MAN Insan Cendekia di http://ic.sch.id/ sedangkan SMU Insan Cendekia di http://insancendekiabsd.co.id

4. Kedua sekolah ini menerapkan sistem boarding bagi seluruh siswanya.

Pendaftaran siswa baru MAN Insan Cendekia tahun ajaran 2012-2013


Penerimaan Peserta Didik Baru dilakukan secara transparan, terukur, dan dapat dipertanggung jawabkan. Syarat mengikuti pendaftaran peserta didik baru sebagai berikut:

  • Pendaftar adalah peserta didik kelas IX MTs/SMP pada TP 2011/2012.
  • Usia pendaftar maksimal 17 tahun per 1 Juli 2012.
  • Pada kelas IX semester 1 tahun pelajaran 2011/2012 merupakan peserta didik terbaik pada madrasah/sekolah berdasarkan pertimbangan dan rekomendasi kepala madrasah/sekolah asal (surat rekomendasi dibuat secara kolektif oleh kepala madrasah/sekolah asal peserta didik) dengan ketentuan: Madrasah/sekolah yang mempunyai rombongan belajar kelas IX sebanyak:

a. 1-3 kelas, berhak mengirim maksimal 5 orang peserta
b. 4-5 kelas, berhak mengirim maksimal 7 orang peserta
c. > 5 kelas, berhak mengirim maksimal 9 orang peserta

  • Khusus pendaftar yg memiliki prestasi di bidang sains pada kompetisi tingkat nasional dan internasional, seperti ikut serta OSN, LKIR, penelitian yang diselenggarakan Kemenag, Kemendikbud, LIPI, BPPT, Kemenristek, dapat diberikan rekomendasi dari Kepala Madrasah/Sekolah asal peserta didik secara individu di luar batasan poin 3 di atas.

Keterangan: rombongan belajar adalah jumlah total kelas IX pada madrasah/sekolah tahun pelajaran 2011/2012 termasuk di dalamnya kelas regular, kelas unggulan, kelas internasional, kelas bilingual, dan kelas akselerasi

sebagai tambahn, berikut ini saya lampirkan tulisan dari teman saya Ihwan Adam mengenai Insan Cendekia

Saat ini Insan Cendekia sudah mulai membuka pendaftaran tahun ajaran baru. Info lengkapnya bisa dibuka di sini. Tapi yang perlu diperhatikan adalah saat ini mulai berdiri lembaga pendidikan mulai dari SMP atau SMA yang menggunakan nama Insan Cendekia juga. Agar tidak salah atau tertukar, Insan Cendekia yang dicetuskan oleh Pak Habibie, berkoordinasi dengan BPPT dan mendapat support dari Departemen Agama  sehingga biaya sekolahnya gratis baru ada dua yaitu MAN Insan Cendekia Serpong dan MAN Insan Cendekia Gorontalo. Kedua MAN tersebut memiliki sistem pendidikan yang sama mulai dari aktifitas kesehariannya seperti hidup di asrama, guru-guru yang standby mendidik selama 24 jam, dan lain sebagainya. Walaupun setahu saya tidak belum ada lembaga yang mengawasi secara sistemik keberlangsungan ICS dan ICG (Semenjak dilepas oleh Pak Habibie, saat ini ICS dan ICG berada di bawah Depag dan dalam koordinasi dengan BPPT), namun karena keduanya dijalankan oleh para founder dari Insan Cendekia, sistem dan nilai yang ditanamkan di sana pun tidak jauh beda.  Jadi menurut saya, masuk ICS ataupun ICG tidak ada bedanya karena karakter lulusannya juga dibangun dengan sistem yang sama.

Nah, yang perlu dikenali adalah bahwasannya saat ini banyak lembaga pendidikan yang menggunakan nama Insan Cendekia juga. Berikut adalah beberapa contohnya, ada Insan Cendekia BSD (link website di sini), Insan Cendekia Al-Mujtaba (link website di sini), Insan Cendekia Sekar Kemuning (link website di sini), Insan Cendekia Al-Kausar (link website di sini), Insan Cendekia Al-Muslim (link website di sini), dan mungkin masih banyak IC lainnya yang saya tidak tahu. Yang perlu diperhatikan adalah selain Insan Cendekia yang di bawah koordinasi Departemen Agama, tidak ada yang Insan Cendekia lain yang gratis. Insan Cendekia Serpong dan Gorontalo gratis karena disubsidi oleh Departemen Agama. Yang berikutnya adalah dari segi kualitas atau sistem pendidikan. Insan Cendekia Serpong dan Gorontalo pada dasarnya dibangun dan dikembangkan oleh founder yang sama sehingga sistem pendidikan di kedua MAN tersebut bisa dibilang 11-12. Dari segi fasilitas asrama, aktivitas keseharian, guru yang sedia 24 jam, dan lain sebagainya, semuanya dirancang berdasarkan sebuah masterplan dan blueprint yang sama. Visi dari kedua MAN tersebut pun sama yaitu membangun generasi yang berkarakter dengan kemampuan Akademis dan Spiritual yang baik. Oh ya, sebelum menjadi Insan Cendekia, ICS dan ICG dulu namanya Magnet school. Filosofinya adalah dengan adanya Magnet school, akan banyak bermunculan IC-IC lain yang memiliki sistem pendidikan yang berkualitas dengan visi misi yang sama. Namun untuk Insan Cendekia yang lain saya sebetulnya kurang tahu darimana mereka menurunkan sistem pendidikannya, bagaimana visi-misinya, dan sebagainya karena memang tidak ada lembaga yang mengakreditasi atau menetapkan standar Insan Cendekia itu harus seperti apa. Akibatnya adalah semua orang berhak membangun sekolah dengan nama Insan Cendekia dan dengan sistem yang ingin mereka kembangkan sendiri-sendiri. Saya cuma tahu bahwa ada salah satu dari Insan Cendekia yang dibangun dan kepalai oleh beberapa mantan guru veteran di ICS sehingga saya cukup yakin terhadap sistem pendidikan dan kualitas pengajaran di IC tersebu. Akan tetapi saya tidak bisa menjamin bagaimana sistem Insan Cendekia selain IC yang lainnya karena memang di luar koordinasi dari ICS dan ICG.

Semoga informasi ini berguna bagi para orang tua murid atau para siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya di Insan Cendekia. Jangan nanti malah kaget katanya IC gratis tapi kok daftar ke IC yang ini disuruh bayar. Jadi kenali betul-betul Insan Cendekia yang dimaksud supaya tidak salah sangka ke depannya nanti :) Yang pasti IC yang berada di bawah naungan departemen agama dan IC yang gratis baru Insan Cendekia Serpong dan Insan Cendekia Gorontalo yang link pendaftarannya sudah saya cantumkan di atas.