Arsip | Kampus RSS for this section

Pemandu Ospek Teknik 2008


gk kerasa udah 3 tahun lebih tu poto, dan sekarang pasti lagi musim2nya adek2 juga nyiapin hal sama untuk menyambut generasi selanjutnya.

kata seorang dosen: “Yang kita wariskan bukanlah harta yg banyak, tapi generasi yang jauuuh lebih baik dari kita.”

Penerimaan Mahasiswa Baru UGM 2020 (part 1)


28 Mei 2020

Kabar baik datang menghampiriku. Setelah suka cita idul fitri aku rasakan seminggu yang lalu, Alhamdulillah kabar menggembirakan datang dari kampus impianku, Universitas Gadjah Mada.

Penantian selama hampir sebulan ternyata berakhir indah dengan pengumuman kelulusanku di kampus biru itu. Aku bersama 4 teman lainnya, hamid, taqih, nisa dan risa Alhamdulillah berkesempatan untuk masuk UGM tanpa tes. Entah apa nama jalurnya, karena kata guruku tahun ini sistemnya sudah berganti lagi dari sebelumnya yang bernama snmptn.

Aku diterima di fakultas Hukum, Hamid dan Risa di Fakultas Kedokteran, Taqih di Fakultas Teknik, sedangkan Nisa di Fakultas Psikologi.

Tak lama setelah pengumuman itu, sebuah mention masuk ke account twiiter ku:

“Assalamu’alaikum @fadhilzha , Selamat bergabung dalam keluarga besar UGM 🙂 , slmt yah sudah di terima d I FH UGM “

Setelah ku cek ternyata itu adalah account twitter sebuah lembaga dakwah kampus di UGM.

Lho,kok kakak-kakak tingkatku sudah tau kelulusanku, padahal infonya baru saja kudapat.Sebuah notifikasi di facebook juga muncul di message fb ku, dengan redaksi yang hampir mirip seperti di twitter tadi.

“Assalamu’alaikum Fadhil Zaahid Anwar, Selamat bergabung dalam keluarga besar UGM :),  Jika perlu bantuan untuk mencari info kos atau yang lainnya, bisa menghubungi kami di CP 0812982615XX .”

Lagi-lagi ku berpikir, subhanallah, begitu perhatiannya kakak-kakakku di UGM sana. “Aku yang tinggal jauh di pelosok Padang ini sudah disambut begitu baiknya oleh mereka. “ bathinku dalam hati.

13 Juni 2020

Pukul 08.00

Aku dan keempat teman lain dari sekolahku berangkat menuju Yogyakarta untuk melengkapi berkas registrasi. Kami berangkat pagi-pagi dari Bandar Udara Internasional Minangkabau pukul 08.00 WIB, diperkirakan baru sampai ke Adisucipto International Airport pukul 15.00 sore nanti karena harus transit dulu ke Jakarta.

Pukul 15.30

Akhirnya, kami tiba di jogja. Sesampainya di pintu keluar bandara, handphone ku bordering,

“sudah sampai mana dek?”

“ini baru saja keluar dari pintu Arrival kak.”

“oh gitu, kakak tunggu di pintu penjemputan ya. Kakak pake jas ugm.”

“baik kak…”

Telepon dari kakak yang ku dapat nomornya di facebook kala itu. Rencananya kami berlima akan dijemput dan diantarkan langsung ke kontrakan yang sudah mereka carikan untuk kami. Kalau tak salah,  aku, hamid dan taqih di daerah Karanggayam, sedangkan risa dan nisa di Pogung Baru. Sampai di sini, aku ­ber-subhanallah lagi, betapa mulianya jasa mereka. Rela mengorbankan waktu untuk menjemput kami sampai mencarikan kontrakan, apalagi pagi tadi, sang kakak itu baru saja ada uas 2 mata kuliah.

Setelah keluar dari pintu utama bandara, kami menemukan sekumpulan kakak-kakak berseragam almamater berwarna agak ke abu-abuan, sedangkan di sebelahnya juga ada kakak-kakak berjilbab yang mengenakan jas serupa, “mungkin itu jas almamater ugm.” pikirku.

Ku hampiri mereka,

“maaf, ini kakak-kakak dari ugm?”

“oh iya, kalian mahasiswa baru dari padang ya?” sahut salah seorang diantara mereka.

Kami disambut begitu hangatnya, kegembiraan seperti saudara yang bertemu kembali setelah sekian lama berpisah, bahkan kehangatan itu seperti kakak dan adik sungguhan. Tak lama bercengkerama, sekedar saling memperkenalkan diri, kami langsung di antar ke kontrakan masing-masing dengan sepeda motor. Pas sekali, ada 3 kakak yang putra  dan 2 kakak yang putri.

Sesampainya di kontrakan, kami diperkenalkan dengan penghuni kontrakan lain yang juga merupakan mahasiswa baru. Mereka baru saja pagi tadi sampai di kontrakan itu. Zaenal dan Harits, mahasiswa MIPA asal Cirebon.

 14 Juni 2020

Inilah udara pagi jogja yang pertama kali kurasakan. Pagi-pagi buta kami sudah mempersiapkan diri untuk berangkat ke kampus, maklum jadwal registrasi sudah dibuka jam 7. Karenanya kami harus cepat-cepat berangkat  supaya tidak terlalu lama mengantri.

Kami berlima janjian di bunderan UGM untuk ketemuan, karena semua berkas yang diperlukan dikumpulkan di Risa.

Setelah selesai proses registrasi, kami berlima berencana keliling kampus untuk sekedar melihat-lihat seperti apa kampus ugm ini. Dulu, kami hanya bermimpi akan masuk ke kampus terbesar di Indonesia ini, dan kini, mimpi itu menjadi kenyataan. Meski kata orang, kalau masuk ke UGM itu ‘dosa’nya juga banyak, karena telah menghambat orang lain yang punya mimpi-mimpi jauh lebih besar tapi terhalang masuk ke ugm karena kita. Ah, tapi kami yakin, kesempatan itu akan bisa kami optimalkan sebaik-baiknya, bahkan bisa lebih baik lagi.

Kami berjalan menelusuri kampus kampus sebelah timur GSP. Dari fakultas ekonomika dan bisnis, filsafat, psikologi, ilmu budaya hingga fakultas hukum. Fakultas tempatku nanti menuntut ilmu.

Tiba-tiba ada seorang kakak putri yang menyapa kami,

“sedang keliling ugm ya dek?”

“eh, iya kak.” Mungkin kami begitu jelas terlihat sebagai mahasiswa baru, makanya kakak itu berani langsung menyapa.

“oiya kak, mau Tanya kalau fakultas kedokteran yang mana ya?” sahut risa ingin tahu juga dimana fakultasnya.

”hmm, mari kakak antar saja, kebetulan kakak juga mau ke arah sana.”

Sepanjang perjalanan kakak itu menjelaskan tentang kondisi kampus, tentang kegiatan mahasiswa, bahkan sampai atmosfer dakwah di kampus biru ini. Risa dan Nisa pun juga tampak sudah akrab dengan kakak tersebut. Kami menelusuri jalan kesehatan, konon katanya dulu jalan ini masih dipenuhi lalu lalang kendaraan umum, tapi kini sudah banyak terlihat pejalan kaki dan pesepeda yang melintasi jalan tersebut. “Alhamdulillah, kini ugm tak seperti dulu, rame dengan kendaraan.” Tutur kakak itu.

“Nah, itu dia fakultas kedokteran, nanti di sebelahnya ada fakultas mipa dan seberang rumah sakit ini fakultas teknik, mbak cuma bisa nganter sampe sini ya, soalnya mau ada jadwal tasqif di masjid itu.” Ujar kakak itu sambil menunjuk masjid besar nan mewah berlantai tiga. “Masjid Mardliyyah Kampus UGM.”

 

….bersambung.

memoar 25 Desember 2011


Mungkin beginilah perasaan Rasulullah dan para sahabat saat kalah dalam perang uhud. Dalam malam yang sunyi, dibawah langit yang cukup cerah malam ini, ikhwan-ikhwan mulai dibariskan di gelanggang dengan kondisi suara tertinggal 800-an suara…

Dimulai dengan sedikit taujih, perlahan para ikhwan mulai menitikkan air mata, tapi kita tetap harus keluar dari gelanggang dengan wajah yang tegap.

Pemberi taujih berkata, “setahun yang lalu, 2 tahun yang lalu, kita keluar dari gelanggang ini dengan takbir. Sekarang, apakah kalian berani meneriakkan takbir malam ini?”

Kamipun menjawab dengan agak berbisik, “berani!.”

Maka, malam ini gelanggang berhasil diguncangkan dengan takbir yang menyejarah…

jazakumullah khair atas kerja keras dan do’a antum sekalian….

kita semua telah menjadi pelaku sejarah dari dakwah kampus UGM. Tetap tersenyum, esok hari kita akan menyambut era baru dakwah kampus UGM.
ALLAHU AKBAR!!!!!

ujung-malam

Info Beasiswa Studi Etos Dompet Dhuafa Tahun 2011


Beastudi Etos adalah beasiswa investasi SDM yang mengelola biaya untuk pendidikan, pembinaan dan pelatihan serta pendampingan mahasiswa. Saat ini tersebar di 9 wilayah dan 11 PTN dengan penerima manfaat sebanyak 874 orang, terdiri dari 397 penerima manfaat aktif dan 477 alumni. Penerima manfaat Beastudi Etos selanjutnya disebut sebagai Etoser.

Pada Juli 2010, Moh. Dhanar Such Rufi Fajri (Etoser ITS) dan Dyah Septyandari (Etoser UGM) meraih medali emas pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXIII yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementrian Pendidikan Nasional.

Fasilitas Etoser:

Penggantian biaya masuk PTN
SPP semester 1 dan 2
Uang saku Rp 400.000,00 – Rp 450.000,00 per bulan selama tiga tahun
Akomodasi asrama selama tiga tahun. Asrama adalah media pembinaan dan pendampingan intensif para Etoser guna mencetak pribadi dan komunitas produktif. Asrama juga dikelola untuk meningkatkan kebersamaan dan loyalitas Etoser dan menjadi bagian dari sistem kerja utama program Beastudi Etos
Pelatihan, pembinaan dan pendampingan 4 domain (agama, akademik, pengembangan diri, sosial) selama 3 tahun. Secara umum ada tiga bagian pembinaan, yaitu pembinaan asrama (harian), pembinaan rutin (pekanan) dan pembinaan nasional (tahunan). Pelatihan, pembinaan dan pendampingan ini dilakukan berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi untuk pengembangan prestasi.

Seleksi penerima Beastudi Etos diadakan setiap tahun, dibuka pada bulan Januari. Sejak 2011, quota penerimaan adalah sebanyak 150 mahasiswa per tahun.

Tahapan seleksi sebagai berikut :
1. Seleksi administratif
2. Tes tulis & wawancara
3. Home visit
4. Seleksi masuk PTN

Persyaratan Umum :

Lulus SMA/ sederajat
Akan mengikuti seleksi masuk PTN program S1
Diterima pada PTN dan jurusan yang direkomendasikan Beastudi Etos

Persyaratan Khusus :

Berasal dari keluarga tidak mampu
Melampirkan surat keterangan tidak mampu dan slip gaji/surat keterangan penghasilan dari ketua RT atau DKM setempat
Melampirkan Daftar Riwayat Hidup/ Biodata
Mengisi dan menandatangani akad Beastudi Etos
Melampirkan fotokopi raport SMA semester 1 – 5, STTB (bagi yang sudah lulus), Kartu Keluarga, KTP/ Kartu Pelajar
Pas Foto 4 x 6 sebanyak 2 lembar
Foto rumah (tampak keseluruhan, dan bagian dalam)
Membuat tulisan tentang perjalanan kisah hidup

Biodata dan Akad Beastudi Etos dapat diunduh di sini

Contact Person Panitia Daerah :

Padang
Meifal Rusli (0812 6695 3417) atau Parwanto (0852 6396 7234)
Asrama Beastudi Etos Padang : Kelurahan Kepalo Koto no.43, Kec. Pauh, Padang 25163

Jakarta :
Abdurakhman (0813 1084 5934) atau Ali Mulyadi (021 3433 7848, 0857 8174 2926)
Asrama Beastudi Etos Jakarta : Jl. Merak No. 6 RT. 03 /02, Kel. Beji Timur, Kota Depok 16424

Bogor :
Setyo Budi (0813 1760 6699), atau Robbi (0852 1565 7054)
asrama Etos (0251) 862 6633
Asrama Etos Bogor : Jl. Kampus Dalam IPB Dramaga, Babakan Raya 4 No. 68 RT 7/RW 3, Kec. Dramaga, Kab. Bogor 16680

Bandung :
Gantina Rahmaputri (0857 2339 2542, 0878 2193 7797) atau Nur Ahmadi (0813 1288 8188)
asrama Etos (022) 250 8235
Asrama Etos Bandung : Jl. Ciheulang 89 Sekeloa 40134

Semarang :
Effendi Nugroho (0811 272 6772) atau Pariman (0852 2699 2485)
Asrama Etos Semarang : Jl. Banjar Sari, Gang Iweni Sari No. 18 Tembalang, Semarang 50275

Yogyakarta :
Murwantoko (0878 3811 5905), Fauziatul Muslimah (0857 2979 0039), Dunilah (0857 2936 4921)
Asrama Etos Yogya : Jl. Kaliurang KM 5,6 Gg. Pandega Duksina CT 1 No. 14 A, Depok Condong Catur, Sleman, Yogyakarta 55281

Malang :
Abdul Khaqim (0856 4955 2474), Harisah (0857 4950 3783), Ajeng (0852 3457 7714)
Asrama Etos Malang : Jl. Watu Gilang 1 No.19, Ketawang Gede, Lowokwaru, Malang 65145

Surabaya :
Nurul Aisyah (0856 4812 6140), Sayyid Bashori (0857 3077 9358), Muamar Khadafi (0852 301 41 990)
Asrama Etos Surabaya : Jl. Keputih Gang 3 no.47, Sukolilo Surabaya 60111

Makasar :
Anwar (0811 417 504), Ranto Ari P (0852 9964 6620), Misbahuddin Azis (0813 5585 4858), Rahmawaty (0852 4273 6427)
Asrama Etos Makassar : Komplek BTN Asal Mula Blok D5/5, Kel. Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Makassar 90245

Samarinda:
Dompet Dhuafa Samarinda (0541 748711), Sapar (0856 5424 1078)
Unit Layanan Dompet Dhuafa Kalimantan Timur
Jl. Camar No. 98 RT. 27, Kelurahan Bandara, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda

More Info : http://lpi-dd.net

Hasil Perhitungan Suara Pemira UGM 2010


Hasil Akhir Penghitungan suara Capresma UGM:
Sabtu, 25 Desember 2010, pukul 19.45 WIB 

1. LUTHFI HAMZAH HUSIN —> 4037 suara (37,74%)
2. IRWAN RIZADI —> 1546 suara (14,45%)
3. BUDI RAHARJO —> 1303 suara (12,18%)
4. YUSRO —> 981 suara (9,17%)
5. ARYA BUDI —> 816 suara (7,63%)
6. RARAS —> 737 suara (6,89%)

Tidak Sah —> 889 suara (8,31%)
Abstain —> 387 suara (3,62%)

::Dirilis oleh Partai Bunderan UGM::

Pemira Legislatif 

1. BUNDERAN —->2452 suara (24,79%)
2. MACAN KAMPUS—> 1376 suara (13,91%)
3. KAMPUS BIRU —> 1359 suara (13,74%)
4. BOULEVARD —> 948 suara (9,58%)
5. SAYANG MAMA —> 879 suara (8,89%)
6. SRIKANDi —> 656 suara (6,63%)
7. BALAIRUNG —> 564 suara (5,7%)
8. PKM —> 358 suara (3,62%)
9. FLP —> 305 suara (3,08%)

Logos Alisjahbana


 

sudah setahun kita bersama, adakah rasa rindu menyelimuti hati-hati kita?

@Depan Tugu Teknik UGM, Agustus 2009

Surat Cinta untukmu Mahasiswa baru.


Surat Cinta untukmu Mahasiswa baru.

Seperti petak-petak sawah kering yang merindukan turunnya hujan……

Seperti ujung dedaun yang merindukan sentuhan angin……

Seperti malam-malam dingin yang merindukan sang mentari….

Seperti bibir pantai yang senantiasa menanti datangnya buih ombak….

Seperti itulah kami menantimu….

Assalamu’alayukum warahmatullahi wabarakatuh….

Salam terindah dan salam tertinggi kami sampaikan kepadamu wahai pemuda-pemudi terpilih. Salam penuh cinta yang akan menyejukkan segala kegersangan hati dan kehampaan jiwa. Salam yang senantiasa menjadi pembuka pintu keberkahan dan kasih sayang Nya.

Tahukah kawan.., bahwa setiap tahun, hati kami selalu diliputi rasa cemas, hati kami tidak tenang saat-saat dimana adik-adik baru kami menapakkan kaki di bumi gadjahmada ini. Pun begitu pula saat wajah-wajah baru yang hadir di tanah grafika ini, kami selalu khawatir, seperti apakah nantinya calon-calon penerus bangsa yang akan menjadi bagian dari keluarga besar kami.

Kami tak kuasa menahan haru bercampur bahagia, saat kalian kami menjadi bagian dari mutiara-mutiara indah yang akan siap menghiasi kawah candradimuka ini. Juga, rasa sesak dan gelisah terlintas di hati kami, ketika kami menyaksikan berbagai drama keangkuhan anak-anak muda yang sudah terpoles zaman globalisasi ini menyeruak memenuhi pemandangan bumi teknik ini.

Ah.., tapi kami selalu bersyukur, bahwa setiap tahun ada saja para penyeru kebaikan yang datang dan menjadi bagian dari perjuangan kami. Selalu saja ada orang-orang baik yang membersamai kami dalam meniti jalan kebaikan ini. Kami berharap secercah harapan kembali muncul dan menguatkan tekad kami untuk membangun teknik menjadi lebih baik lagi. Kami yakin, bahwa harapan itu datang bersama kalian, mahasiswa baru.

Saudaraku, tahukah engkau bahwa kami sangat mencintaimu?. Benar, kami sangat mencintaimu. Tidakkah engkau mendengar sabda Nabi kita tercinta, “Tidak sempurna iman seseorang sebelum ia mencintai orang lain seperti ia mencintai dirinya sendiri.” Bagaimana kami tidak mencintaimu, jikalau Rasulullah saja selalu memikirkanmu. “Ummati…Ummati…” Jauh sebelum kau dilahirkan. Berabad-abad yang lalu.

Saudaraku, selembar surat ini adalah salah satu wujud cinta kami pada kalian. Memang tidak seberapa arti selembar kertas, namun yang kami inginkan adalah agar kalian tahu betapa kami sangat mencintaimu. Kami ingin agar kalian pun selalu mencintai Nya.

Pun, jika cinta kami ditolak. Kami akan tetap mencintai kalian. Tidaklah mengapa kalau kalian membuang selembar surat ini, asalkan kalian tetap mencintai Nya. Tidaklah mengapa kalian mengacuhkan cinta kami, asalkan kalian tetap mencintai Nya. Tidaklah mengapa kalau kalian tidak mengenal kami, asalkan kalian tetap mengenal Keagungan Nya.

Saudaraku, di kampus ini banyak yang bisa kalian lakukan. Banyak ilmu yang bisa kalian dapatkan. Banyak teman yang bisa kalian jadikan sahabat seperjuangan. Tidaklah mengapa jika kalian aktif di Lembaga Dakwah, juga tidak mengapa kalian aktif di BEM, juga tidak mengapa kalian aktif di Kelompok Studi, pun juga tidak mengapa kalian mengikuti lembaga ekstra kampus atau bahkan sama sekali tidak mengikuti kesemuanya. Asalkan kalian tetap mencintai Nya. Asalkan kalian tetap menjadi kekasih Nya.

Wahai sudaraku, betapa kami ingin memanjatkan doa dalam sujud-sujud panjang kami, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, Ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tak pernah redup, lapangkanlah dada kami dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu.

Bagimu saudaraku yang sedang membaca surat ini, salam cinta nan hangat dari kami, Sahabat seperjuanganmu, KELUARGA MUSLIM TEKNIK.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

SMS Power Rangers


Monster akan segera menyerang kota, 2000-an warga kota harus segera diselamatkan. Power Rangers memang punya kekuatan super, memang bisa melawan monster.Tapi tahukah kawan-kwan mereka juga manusia, dan kalau nggak salah mereka juga mahasiswa.

Jadi, kadang power Rangers juga harus memanusiakan dirinya. Bagilah beban jika memang berat bagila kerjaan kalau memang sempat, bagi keresahan kalau sedng penat. Dan berdamailah dengan diri kita. Kita memang pengennya maksimal di semua hal. Tapi kita punya limit. Maka dari itu yuk belajar berbagi. Salam “Power Rangers”

Para pewaris nabi (ulama adalah kafilah panjang yang akan terus menerus mengisi ruang kehidupan manusia dan mempertahankan jejak kenabian dalam narasi zaman (Anis Matta).

(Sender: Ranger Hijau)

Ketahuilah, kemenangan seiring dengan kesabaran. Jalan keluar seiring dengan cobaan, dan kemudahan seiring dengan kesulitan.

(Sender: Ranger Biru)

Jadilah mutiara-mutiara peradaban yang tak pernah lekang tergerus oleh pahitnya zaman namun keindahannya tak akan pernah pudar sampai kapanpun.

(Sender: Ranger Hijau)

Hidup adalah proses pembelajaran. Belajar untuk bersyukur meski tak cukup. Belajar untuk ikhjlas meski tak rela. Belajar untuk taat meski berat. Belajar memahami mesti tak sehati. Belajar setia meski banyak godaan. Belajar dan terus belajar. Karena dengan belajar akan semakin mendewasakan diri kita. (Sender: Ranger Kuning)

Hidup ini harus diahadapi. Terus dihadapi, jangan fokus pada masalah, tapi fokus pada solusi. Kalau kita berlarut-larut dalam masalah, kita akan jadi orang yang hanya bisa menyerah, pasrah. Dan akhirnya mati.

(Sender:  Ranger Hitam)

“Laa tuthalib Rabbaka bi ta-akhkhuri muthlabikawalakin thalib nafsaka bi ta-akhkhhuri adabika.” (Al-Hikam, Syaikh Ibnu ‘Athaiallah). Janganlah menuntut Rabb mu, karena permohonanmua belum dikabulkan olehNya. Akan tetapi tuntutlah dirimu sendiri yang mungkin belum memenuhi syarat bagi suatu permohonan.

(Sender: Ranger Hijau)

Siapa suruh jadi ikhwah??!! Tidak ada. Tidak ada siapapun. Menjadi ikhwah adalah panggilan jiwa yang terkolaborasi pada diri yang ingin mengabdi bagi dakwah dan ummat dengan seluruh daya dan upaya yang dimiliki. Dia akan menjadi sosok lembut terhadap sesama, tegar terhadap godaan serta sabar dalam menghadapi godaan dan musibah. Sekecil apapun, insya Allah peran kita dalam dakwah akan menjadi anugerah yang dinantiikan ummat.

(Sender: Ranger Hitam)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu menghianati amanat-amanat yang dipercayakan padamu, sedangkamu mengetahui. (Q.S. Al-Anfal: 27-28). (Sender: Ranger Kuning)

Biarlah Allah yang menyemangati kita sehingga tiap peristiwa menjadi teguran atas kemalasan kita. Cukuplah Allah yang mengetahui amal-amal kita, karena perhatian manusia terkadang menggerogoti keikhlasan. Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang saat berbaur mampu menyemangati yang lain, dan saat sendiri mampu menguatkan diri sendiri. Semoga istiqomah dan dimudahkan segala urusan.

(Sender: Ranger Hijau)

Jalan Cinta Para Kandidat


Jalan Cinta Para Kandidat

Untukmu Para Kandidat Sejati………

kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah,
maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta padaNya,
pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki:
selamanya memberi yang bisa kita berikan,
selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.
-M. Anis Matta-

Pemira (Pemilihan Raya Mahasiswa) UGM telah berlalu. Ada banyak kisah yang ingin diceritakan disini. Namun tak perlulah dituliskan semua. Biarkan kisah itu mengalir bersama putaran waktu yang akan melewati rangkaian kisah perjalanan kami. Tentang suka, tentang duka, tentang senyum canda dan tangis luka. Tentang bagaimana fitnah begitu deras mengalir menghantam arus perjuangan para kandidat. Tentang bagaimana baliho-baliho kami dibakar tanpa perasaan. Tentang spanduk-spanduk kami yang kalian cabut dan dibuang entah kemana. Tentang bagaimana cela tak henti-hentinya dilontarkan untuk membuat langkah kami terhenti. Terhenti dari perjuangan ini.Yang akan membuat kalian tertawa lebar ketika kami takut menghadapi semua fitnah itu. Tapi semua itu salah kawan, tak ada baliho-baliho yang kalian bakar melainkan dalam setiap kobaran apinya justru semakin membuat semangat kami berkobar untuk terus memenangkan perjuangan ini. Ketika spanduk-spanduk kami kalian cabut, tak terlintas sedikitpun rasa takut di dada kami. Justru rasa takut itu akan tercabut dari dada kami yang akan tergantikan dengan keberanian untuk tetap berada dalam arus kebenaran. Menapaki setiap langkah dengan pasti. Tak ada kata untuk menyerah meski kaki ini harus tertatih tertusuk duri, meski dahaga menyurutkan semangat untuk bertahan, tetapi semua letih dan payah itu pasti akan tergantikan dengan sebuah momen indah. Entah itu diakhirnya ataukah indah yang akan kita rasakan selama perjalanan panjang ini.

Tahun ini, ada tujuh partai peserta Pemira. Sesuai nomor urut, partai-partai tersebut ialah Partai Srikandi, Partai Boulevard, Partai Kampus Biru, Partai Bunderan, Partai Balairung, Partai Sayang Mama, dan Partai Macan Kampus. Dari ketujuh partai tersebut, ada tiga partai yang mengajukan calon Presiden BEM KM UGM. Partai Kampus Biru mengajukan Andryan Wikrawardana (Planologi), Partai Bunderan mengajukan Aza El Munadiyan (MIPA), dan Partai Boulevard mengajukan Yuri Ashari (Ilmu Pemerintahan). Selain ketiga calon perwakilan partai tersebut, ada satu calon independen yaitu Ikhsan Ahmad Barokah (D3 Teknik Elektro).

Kontestasi pemilihan Capresma dan DPM telah dimulai sejak dibukanya masa kampanye pada 3 Desember lalu. Atribut kampanye turut menyemarakkan konstelasi politik di UGM yang terjadi setahun sekali ini. Baliho-baliho besar menjadi pemandangan biasa di sekitar kampus, bahkan jumlahnya melebihi baliho-baliho kegiatan kampus. Sampai-sampai baliho acara Dies Natalis UGM pun tersaingi oleh baliho para kandidat.

Secara kultur politik, UGM memang menjadi pioneer bagi perkembangan partai Mahasiswa. Sebut saja partai Bunderan, yang merupakan partai mahasiswa pertama yang didirikan di Indonesia, Bahkan ia menjadi partai pertama yang muncul setelah 3 kekuatan partai besar masa orde baru menguasai Indonesia yaitu PPP, PDI dan Golkar. Partai ini senantiasa mengusung isu perbaikan kampus dalam bingkai keebragaaman. Bersama elemen kampus lainnya melakukan pengelolaan lembaga mahasiswa yang profesional, jujur, komitmen pada perbaikan, kritis, dan berani mengatakan kebenaran di depan penguasa. Kritis dan konstruktif, inilah jargon yang terus dipegang dalam upaya membangun peradaban bangsa dari kampus.

Dan akhirnya, jalan cinta itu berakhir indah. Para kandidat telah melepas semua penatnya memikirkan pemira yang melelahkan. Tak ada yang lebih indah selain menjalani proses menuju kemenangan itu dengan perjuangan yang ikhlas dan dan dengan cara yang bersih. Itulah, jalan cinta para kandidat, yang akan tetap memberikan cintanya pada kampus ini, bangsa, dan ummat. Yang akan tegar dalam pengorbanan cinta untuk mewujudkan UGM yang lebih baik meski halang rintang akan selalu menghadang selama langkah ini diayunkan. Cinta kepada almamater untuk terus berkarya dan berkontribusi demi kondusifitas ekspansi nilai-nilai kebaikan. Cinta yang tak mudah dimiliki oleh mahasiswa-mahasiwa lain, yang tak peduli dan tak mau peduli akan besarnya potensi kampus yang belum sempat dimaksimalkan. Cinta yang juga menjadi bukti bahwa di pundak-pundak kita (baca: mahasiswa) ada banyak titipan-titipan pesan dari rakyat Indonesia yanga memimpikan negeri ini kembali berjaya seperti zaman nenek moyang mereka.

Dari data sementara yang ada, Pemira UGM tahun ini dimenangkan oleh Partai Bunderan dengan rincian:

1. Partai Bunderan: 3329 suara

2. Partai Boulevard: 2405 suara

3. Partai Kampus Biru: 1389 suara

4. Partai Sayang Mama: 884 suara

5. Partai Macan Kampus: 778 suara

6. Partai Srikandi: 753 suara

7. Partai Balairung: 506 suara

Sedangkan untuk Pemilihan Presiden Mahasiswa UGM, Update terakhir per 18 Desember 2009 Pukul 21. 50 adalah:

1. Ikhsan Ahmad Barokah (Capres Independen): 1976 suara

2. Andryan Wikrawardana (Partai Kampus Biru): 1639 suara

3. Aza El Munadiyan (Partai Bunderan): 4273 suara

4. Yuri Ashari (Partai Boulevard): 2404 suara

5. Abstain: 541 suara

6. Tidak sah: 288 suara

Menang bukanlah tujuan akhir, ia hanya permulaan untuk tetap memberikan kebermanfaatan bagi orang lain. Menang bukanlah untuk dibanggakan lalu terlena dengan kemenangan yang diraih, akan tetapi ada banyak kepala-kepala, ada banyak hati-hati juga jiwa-jiwa yang merindukan adanya perubahan UGM ke arah yang lebih baik lagi, pun juga Indonesia. Karena apalah artinya kemenangan, bila hati kita kalah dengan nafsu, yang membuat orang lain kecewa dengan kemenangan yang dirah. Kini, saatnya untuk membuktikan bahwa kemenangan yang baru saja diraih, adalah kemenangan kita bersama.

-Kemenangan ini juga kami persembahkan untuk saudara-saudara kami di UI, jangan patah semangat, karena yang Allah kehendaki tahun ini, itulah yang terbaik. Karena fase kepemimpinan itu pasti akan dipergilirkan.