Arsip | menyusun puzzle RSS for this section

Rembulan tertutup awan


pada rembulan itu.. ada mata yang menatap penuh keceriaan.

melangitkan mimpi. melepas kepenatan.

di belahan bumi lain. dalam waktu yang sama. dengan rasa yang tak jauh berbeda.

Ya Rabb… jagalah.

Banjarmasin.14.Syawwal1435H

Iklan

Jum’at Mubarak


Jum’at Mubarak. Kedatangannya memang selalu ditunggu tiap pekan. Bagaimana tidak, ada janji pancaran yang cahayanya bisa memancar dari kaki bumi hingga menuju ke atas langit. Hari yang padanya dijanjikan suatu waktu yang apabila termafaatkaan, maka akan diampuni dosanya antara dua waktu jum’at.

Dan pada pagi hari ini pun ada yang sudah mulai mengejar keutamaan itu. Mulai ‘mencicil’ agar satu surah al kahfi bisa khatam setidaknya sebelum waktu surya tenggelam di ufuk barat sora nanti. Namun, di sisi lain, masih ada yang disibukkan dengan kelalaiannya. Sibuk dalam lalai. Menghabiskan waktu pagi dalam selembaran selimut tebal dengan kelopak mata enggan terbuka lebar.

Ada yang mengeluh “….kesiangan” , namun ada yang sudah bisa mengatakan “…Alhamdulillah sudah khatam pagi ini” . Memang disatu waktu, kadang ada dua fragmen yang berbeda dan bertolak belakang. Manusia dengan keinginan dan kecenderungan masing-masing akan berupaya mengejar standar kehdupannya sendiri. Ada yang cukup bila dunia menjadi standar tertinggi capaian hasil kerjanya, namun juga masih banyak yang menjadikan ‘dunia’ setelah akhir dunia yang lebih abadi sebagai muara segala amalnya.

Kehidupan yang jelas merupakan sebuah tempat persinggahan sementara ini tentunya menjadi pengingat bagi para penghuninya agar ia mempersiapkan diri menjadi penyintas sukses dan mendapat gelar ”khairul bariyyah” (sebaik-baik makhluk) bukan  ”syarrul bariyyah” (seburuk-buruk makhluk). Al-Qur’an sudah mencatatkan bahwa memang tak bisa disamakan antara orang yang syukur nikmat dan yang kufur nikmat. Bahkan, al-Quran juga tidak menyetarakan antara orang shaleh dengan orang jahat (fasik). Orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang taqwa. Maka, Islam punya konsep kesetaraan sendiri yang jelas berbeda dengan konsep kesetaraan kaum Pluralis Agama.

Semoga di pagi yang cerah ini dalam suasana jogja yang sehangat mentari pagi kita semua terhindar dari golongan orang-orang yang dibenci Allah. Yaitu Kikirnya orang-orang kaya, Takabburnya orang-orang miskin, Rakusnya para ulama, Minimnya rasa malu para wanita, Suka dunia orang-orang yang sudah tua renta, Malasnya para pemuda, Kejinya para penguasa, Pengecutnya para tentara perang, Ujubnya para zahid, Riya’nya para ahli ibadah.

Ashbahna wa asbahal mulku lillahi walhamduillahi laa ilaha ilallahu wahdahu laa syariikalahu… lahul mulku walahul hamdu wahua ala kulli syaiin qadir.

laskar andromeda 17


inilah kelompok aneh… super aneh…

bayangpun, dalam waktu 7 bulan, 4 personelnya memberi #kabarbaik…

Dan kemudian piala bergilirpun begitu cepat berpindahnya:

1. -maaf sudah terisi- Madiun, Oktober 2011

2. -maaf terisi juga- Kertosono, Nopember 2011

3. -sorry akh bro ane duluan- Kuningan, Desember 2011

4. -yang sabar ya akhi ini bagian ane- Kebumen, April 2012

5.  (masih kosong)

6. (masih kosong)

7. (masih kosong)

8. (masih kosong)

9. (masih kosong)

10. (masih kosong)

11. (masih kosong)

12. (masih kosong)

hayoo tinggal pilih, rentang antara nomor 5 sampe nomor 12. sepertinya angka 8 itu bagus deh. biar cocok sama lambang padi emasnya. 😀

anak tiri


“anak tiri”

selalu dianggap tak penting dibanding yang lain.

selalu diakhirkan dalam tiap pertemuan rutin.

“anak tiri”

sekali menyapa, hanya sambil lalu saja.

sekedar formalitas penggugur rasa.

“anak tiri”

kala meminta lambat dipenuhi.

kala bersalah cepat dihukumi.

“anak tiri”

wujuudihi ka adaamihi…

Sleman, 4 April 2012

galau amanah


Adanya amanah, bukan untuk sekedar kita lihat berhasil atau tidak amanah itu diemban, akan tetapi tercela atau muliakah kita dalam mengemban amanah itu.

Setiap diri kita pasti akan selalu bertemu dengan yang namanya amanah, bahkan dalam waktu uang sekalipun, ada amanah yang sedang kita emban. Sebagai hamba Allah, itu amanah terberat.

Termasuk juga amanah-amanah lembaga/organisasi/hizb atau lainnya, semuanya menuntut totalitas dan kesungguhan dalam menjalaninya.

Tentu banyak hambatan, banyak kegalauan yang menerpa kita dalam menjalani sebuah amanah, terlebih lagi bila konteks amanah itu menjadi bagian dari amanah-amanah orang lain. Ketika kita menjadi bagian dari sebuah komunitas dengan amanah yang sama, tentu pernah ada masa-masa dimana ada ketersinggungan dengan yang lain, merasa tidak cocok dengan amanah, merasa tidak mendapat partner yang se-frame, merasa sendiri dan lain sebagainya.

Namun yang pasti, jangan sampai amanah yang ada itu justru membuat ukhuwah antara saudara kita retak. Karena teralalu sibuknya dengan amanah hingga melupakan nilai-nilia ukhuwah antar sesama, mengabaikan hak-hak orang lain yang juga perlu dipenuhi.

Ibarat sedang membangun istana, jangan sampai puing-puing bangunannya merusak taman-taman di sekitar. Istana harus tetap dibangun, akan tetapi keindahan taman harus tetap dijaga.

Itulah amanah yang merusak ukhuwah. Benih-benih perpecahan dan kekecewaan biasanya muncul dari sebuah amanah, sehingga lagi-lagi disini amanah menguji kesungguhan kita dalam berdakwah, apakah dakwah yang kita lakukan selama ini hanya untuk amanah?

Amanah itulah yang sebenarnya akan membentuk diri kita nantinya. Semakin layak kapasitas seseorang, maka amanah yang akan diberikan pun akan semakin berat. Dan amanah itu pulalah yang akan menjaga kita dari kefuturan. Karena futur bisa saja terjadi bila tidak ada ruang-ruang kebaikan yang kita isi.

Oleh karenanya, bersemangatlah dalam menjalakan amanah yang sudah dipercayakan pada kita, biarlah amanah itu datang sendiri sesuai dengan kapasitas yang kita miliki. Jangan meminta datangnya amanah bila tidak ada perbaikan kapasitas diri, karena amanah bukan untuk diminta dan dicari tapi untuk dijalani.

lepaskan segalanya


oke, hari ini satu persatu beban yang selama 3 tahun melekat sudah mulai terlepas, memberikan amanah beberapa keadminan  kepada yang akan meneruskan, ug**m, ce**, aa* dan segala administrasi termasuk rekening lembaga ke adek2.

selamat pagi dunia, nantikan prestasi-prestasi membanggakan dari mereka yang melanjutkan estafet perjuangan ini…..

penokohan….


Satu kata yang saya takuti akhir-akhir ini adalah PENOKOHAN. entah mengapa saya merasa risih dengan kata-kata ini.

“kenapa sih mesti ada yang namanya penokohan?”, toh biarkan saja mengalir apa adanya, biarkan orang lain melihat kinerjanya bukan karena citra atau ketokohan yang dibuat-buat.

Pada akhirnya saya pun merasa canggung ketika hadir dalam sebuah event atau dijadikan sebagai pembicara ketika niat awalnya adalah untk ‘ditokohkan’.

argghhh…