Arsip | ramadhan RSS for this section

Rekaman Imam Masjid Habiburrahman: Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc. al Hafidz


bagi yang ingin mendownload, silahkan klik –> https://www.dropbox.com/s/0jnh46o5c8ycgne/rekamanQLhabib.3gp

di dengarkan sampai habis ya, maaf itu banyak backsoundnya, ada yang batuk, bunyi HP, suara anak kecil, sampai yang ngedehem gak selesai-selesai 😀

semoga bermanfaat untuk kita semua agar tetap istiqomah mendirikan Qiyamul Lail, terutama bagi saya yang masih jarang 😦
semoga Allah pertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan dengan kondisi iman yang lebih baik. dan hafalan yang semakin baik pula.

#15 Lima Faham Finansial


Berikut Lima Faham Finansial by: Ippho Santosa

Islam tidak mengajarkan kepada kita untuk menumpuk harga. Rasulullah berdagang, istrinya berdagang, sahabat juga berdagang. Uang itu harus bergerak terus menerus. Kalau ia bergerak nilainya akan naik, kalau ia diam, nilainya akan menurun. Karena apa saja yang bergerak terus menerus ia akan sehat dan manfaat. Jadi, menabung (menyimpan uang) bukanlah cara untuk mengelola finansial.

1. Perdagangan: Agar harta terus berputar dan membesar kemanfataannya

2. Investasi: Persiapan bekal di masa depan. Proyek jangka panjang.

3. Emas: Menjaga nilai harta itu sendiri agar tidak terkena arus inflasi.

4. Sedekah: Agar harta menjadi berkah.

5. Hemat: Menghindari pemborosan.

 

Banjarmasin.16.Ramadhan1435H

#09 Allahumma inna nas`aluka hubbak


Allahumma inna nas`aluka hubbak…

wahubba man yuhibbuk…

wa hubba ‘amalin yuqorribunaa ilaa hubiik

(Ya Allah, kami meminta cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu, serta cinta kepada amal-amal yang mendekatkan kami kepada cinta-Mu)

 

 

Banjarmasin.09.Ramadhan1435H

#07 Allah Maha Tahu pilihan mana yang tepat bagi kita…


Akan ada satu masa dimana tawakkal adalah jalan terakhir atas ikhtiar yang sudah dilakukan.

Akan ada satu masa dimana kepasrahan akan menjadi sikap yang terwujud seiring dengan lahirnya keikhlasan.

Akan ada satu masa dimana tak ada kata lain terucap selain, “ikut dan ikhlas dg keputusanNya, apapun hasilnya nanti.”

Allah Maha Tahu keputusan mana yang terbaik. Allah juga Maha Tahu pilihan mana yang tepat. Bagi kita……..

Jogja.07.Ramadhan.1435H

#06 dikuatkan dengan kesabaran


Syukurilah ujian yang selama ini Allah hadirkan untuk kita. Karena ujian adalah alat Allah untuk membuat kita lebih sabar dan ikhlas. Dan, tahu bahwa balasan atas sabar dan ikhlas adalah Cinta Allah. Ketika kita mampu melewatinya, pasti Allah punya rencana yang sangat indah. Allah tidak pernah ingkar janji. ~ Rindu Ade

 

segala yang kita dapati saat ini adalah ujian, segala yang ingin kita raih juga ujian. ujian kesabaran dan ujian kesyukuran. akan banyak ujian yang akan menyelimuti sesisa waktu kita di kemudian hari. ujian yang akan terus meningkat level kesukarannya. bila ujian yang datang tak pernah berubah, bisa jadi diri kita belum lulus untuk menghadapinya.

sebagai pembelajar, kita mungkin di awal akan merasa kesulitan untuk menghadapi ujian-ujian tersebut. jenuh. bosan. ingin berhenti dan lari dari masalah. tapi Allah sudah menggariskan bahwa ujian-ujian tersebut akan datang sesuai dengan kapasitas diri kita untuk melewatinya.

hari-hari ke depan akan semakin berat…. hari-hari yang akan menentukan kita merasakan nikmatNya surga atau sebaliknya. bila tak ada pundak untuk bersandar, ada sajadah yang selalu tersedia untuk bersujud di kala masalah datang.

 

Jogja.06.Ramadhan1435H

#05 Sebait do’a dalam perjalanan ini


Ada do’a yang dirapal pelan-pelan. Disimpan dalam dalam. Dalam diam-diam.

ia mengiringi setiap langkah perjalanan. memenuhi setiap ruang kosong dalam pikiran. dan menjadi pesan dalam bait-bait penuh harapan.

do’a adalah pesan rindu yang terbaik. yang pasti akan tersampaikan, cepat atau lambat. kini atau nanti. selama doa-doa yang dirapal pelan-pelan itu disampaikan kepada Sang Penggenggam jiwa. Pemilik hati. dan Pengabul do’a.

bukankah do’a dalam diam itu lebih cepat pengabulannya? Tanpa diketahui oleh ia yang kita do’akan……

Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a., “Rasulullah Saw. Bersabda, ‘Do’a yang paling cepat pengabulannya adalah do’a seseorang untuk orang lain yang tidak mengetahuinya.’” (H.R. Abu Dawud) 

Rasulullah Saw bersabda ‘Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang tidak mengetahuinya, pasti  dikabulkan. Diatas kepada orang tersebut ada malaikat yang mengawasi, setiap kali dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, maka malaikat itu berkata, “Amin, dan bagimu seperti apa yang engkau do’akan,”’ (H.R. Muslim)

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. al Hasyr:10)

Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal. (Q.S. Muhammad:19)

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).”  (Q.S. Ibrahim:41)

Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” (Q.S. Nuh:28)

Banjarmasin.05.Ramadhan1435H

#03 Berproses dalam kebaikan


 

Musa, seorang hafidz kecil berusia 5,5 tahun kini sudah hafal 29 Juz. bukan sebuah hasil instan. Tentu ada proses dan sebab-sebab yang mengiringinya. Dan juga, tentu bukan hasil kerja kerasnya sendirian menghafal Al-Qur’an. Ada peran orang tua, guru-guru dan lingkungan pergaulannya. Melalui perantara didikan merekalah cahaya Al-Qur’an itu bisa begitu mudah masuk ke dalam hatinya. Ia menjadi contoh, bahwa proses menjadi baik itu harus dimulai sejak dini, tanpa menunggu nanti. Karena kebaikan itu berproses, maka nikmatilah proses itu. dan bersabarlah…….

ishbiruu… wa shaabiruu… wa raabhitu…

 

Palangkaraya.03.Ramadhan.1435H

 

 

 

 

#02 Diiringi dengan keberkahan


Bang, beli bawang, beli bawang gak pake kulit. Bang, jadi orang, jadi orang jangan pelit-pelit

Neng, beli batik, beli batik warnanya terang. Neng, tambah cantik, kalo sering bantu orang

Itu semua dari Allah, itu semua karena Allah. Itu semua milik Allah… Barakallah

 

Banyak harta ngapain (ngapain)

Kalo gak berkah pikirin (pikirin)

Oh punya harta gak mungkin (gak mungkin), dibawa mati

Hidup indah bila mencari berkah
Punya rezeki bagiin (bagiin)

Bantu yang susah tolongin (tolongin)

Oh jadi miskin gak mungkin (gak mungkin), Allah yang jamin

Hidup indah bila mencari berkah.
Ya Allah tuhan kami, berkahi hidup ini…. Sampai tua nanti dan sampai dan sampai dan sampai kami mati.

_wali | Cari Berkah

 

salahsatu tanda keberkahan adalah nikmat yang bertambah-tambah. berkahnya harta ketika penghasilan minim tapi bisa mencukupi kebutuhan, bisa sedekah, bisa investasi. berkahnya benda yang ada dalam genggaman kita ketika benda tersebut tidak cepat rusak, awet dan manfaatnya dirasakan banyak orang. berkahnya usia, ketika semakin bertambah umur, semakin banyak ilmu dan kontibusinya bagi ummat.

dan begitupula cinta. ada keberkahan di dalamnya, bila ia tumbuh dengan cara  yang diridhaiNya.

berkahnya cinta adalah rasa yang bertambah-tambah.

 

 

Sampit.02.Ramadhan.1435H

#01 Bermula dari niat


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya amal perbuatan itu (dinilai) hanya berdasarkan niatnya (innamal a’malu binniyyati) –di dalam riwayat lain: berdasarkan niat-niatnya– dan sesungguhnya setiap orang hanya memperoleh apa yang ia niatkan; barangsiapa yang hijrahnya (diniatkan) kepada Allah dan Rasul-Nya maka (nilai) hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya (diniatkan) kepada dunia yang ingin diraihnya atau perempuan yang ingin dinikahinya maka (nilai) hijrahnya adalah kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya itu.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi dan An-Nasa’i, shahih).

 

salahsatu yang membedakan antara rutinitas biasa dengan aktivitas bernilai ibadah adalah niat. dua orang yang berangkat ke kampus untuk menuntut ilmu akan berbeda nilai ibadahnya jika yang satu hanya menjalaninya sebagai rutinitas harian sebagai mahasiswa sedangkan yang kedua benar-benar mencari keberkahan dari ilmu yang sedang dipelajarinya. dua orang yang berusaha mencari nafkah akan berbeda nilainya jika yang satu niatnya mengumpulkan uang agar keluarganya bahagia, hidup mapan dan segala kebutuhannya terpenuhi, sedangkan yang satu lagi mencari nafkah agar harta yang diperolehnya membuat dia bisa semakin dekat dengan Tuhannya.

dua pasang orang yang sedang berencana untuk menikahpun juga sama. bila satu pasangan berniat ‘hanya’ untuk menggugurkan status kesendiriannya dan melanjutkan keturunan akan berbeda nilainya dengan pasangan yang menikah dengan niat untuk saling menguatkan kelebihan dan menambal kekurangan masing-masing agar bisa lebih mudah dan lebih berkah dalam upaya mendekat kepada Rabbnya.

Karena semua amal kita bermula dari niat, maka perbaikilah niat kita jika ada khilaf yang mengotorinya, luruskanlah niat kita jika dalam perjalanannya nanti mulai bengkok dari tujuan awalnya.

innamal a’malu binniyyati

 

PangkalanBun. 01.Ramadhan.1435H

#00 Bakar


cinta macam apakah… bila ia menghampiri, tak ada rasa yang tumbuh di hati.

rindu macam apakah… bila hadir yang dinanti-nanti namun sikap dingin menyelimuti.

semangat macam apakah… bila harapan membumbung tinggi, namun tak jua terealisasi.

penyesalan macam apakah… bila salah yang lalu, terulang kembali di tahun ini.

 

ada yang antusias, ada yang dingin.

semoga kita sudah siap menyambutnya…. BAKAR!!

 

Pangkalan Bun. 30 Sya’ban 1435H