masih adakah alasan?


berkali-kali Ramadhan berlalu.

berkali-kali itu pula kau beralasan sibuk.

beralasan kelelahan, pergi pagi pulang malam.

hingga waktu istirahat malammu masih kau gunakan.

untuk menyelesaikan beragam persoalan.

dalam masa-masa penuh tantangan.

kini, waktu telah tersedia panjang.

tiap saat kau bisa lantunkan.

tak ada alasan pulang malam.

tak ada alasan kelelahan.

tak ada alasan banyak urusan.

masih adakah alasan?

untuk tidak mengkhatamkan Al Qur’an.

26 Ramadhan 1433H

Menikmati Kesunyian eps-4


selama ini.. ku mencari-cari teman yang sejati.

buat menemani perjuangan suci.

Teman Sejati – Brothers

ya, itu adalah sepenggal bait lagu yang di populerkan oleh Brothers. Singkat dan dalam maknanya. Bahwa hidup ini butuh seorang teman. dalam level kehidupan manapun, dalam lingkup apapun.

Ketiadaan teman yang mensupport adalah sebuah musibah, dan yang lebih menjadi musibah lagi adalah bila teman yang ada di samping kita bukan malah menjadi support system, melainkan menjadi penelikung ulung. Berpura-pura dalam satu frekuensi, tapi sejatinya penuh intrik menjijikan.

Ya Rabb, jauhkan kami dari segala fitnah dunia ini.

17 Ramadhan 1433H

Menikmati Kesunyian eps-3


Kamu pernah punya teman yang senantiasa disupport, diberi “panggung”, tapi justru dari belakang diam-diam dia mengkhiananti kita?

Jika ada, bersabarlah. Sabar dalam keimanan dan ketaqwaan.

Tidak ada keberkahan dalam pencapaian dunia, jika diperoleh dengan menjerumuskan orang lain. Tidak ada keberkahan dalam pencapaian dunia, jika diperoleh dengan mempecundangi orang lain.

ishbiruu..

11 Ramadhan 1433 H

Menikmati Kesunyian eps-2


Dalam sebuah perjalanan, adakalanya kita perlu utuk berhenti sejenak. Melihat kembali tapak-tapak terukir. Menata kembali arah yang mulai melenceng. Mengisi kembali ruang hati yang mulai lelah dipenuhi kecemasan, kebingungan, kesedihan.

Berhenti sejenak untuk menghibur diri, bahwa sudah panjang jalan yang dilalui. Sudah beribu batu terjal dilewati. hingga kini. Dan kamu.. bisa melewati.

Berhenti sejenak, meski dalam kesunyian.

Mungkin itulah yang terbaik. Tanpa keriuhan, tanpa tepuk tangan, tanpa sorot mata tatapan orang-orang.

Berhenti sejenak, dalam kesuyian. Dalam bahagia penuh keabadian.

3 Ramadhan 1443H

Menikmati Kesunyian eps -1


seorang bijak berkata:

“jangan biarkan kesunyian itu berlalu sia-sia. Justru itulah waktu untuk mengupgrade diri. Mengevaluasi salah di masa lalu, dan mempersiapkan hari esok yang lebih baik.”

hampir beberapa kali ramadhan berlalu, kamu sibuk. sekarang Allah istirahatkan kamu, supaya lebih banyak lagi tilawah dilantunkan, ilmu yang dipelajari, dan waktu untuk keluarga yang lebih besar.

Allah sayang kamu.

2 Ramadhan 1433H

Quote Buya Hamka


Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Buya Hamka

#JumatMubarak

hari terberat


Kamu bisa melewati hari-hari teberatmu. Bukan karena kamu hebat, tapi ada kasih sayang Nya yang selalu meliputimu.

Tiada kesulitan, selama masih mendapat Rahman Nya. Sesulit, sebesar apapun masalah yang kamu hadapi, jangan pernah lupa untuk mengingatNya. Meminta pertolongan dariNya.

penting


bukan pesan nya yang tidak penting,

tapi kamu nya yang tidak penting.

balada sebuah ketimpangan, memilah dan memilih sebuah pesan. hanya terbuka bagi yang berkepentingan. dan tentunya satu pemahaman.

24/03/2022

jika memang


Jika memang sudah suka, 1000 kebaikan akan direkayasa. Jika memang sudah benci, 1000 keburukan akan dicari-cari.

js-2022

Itu berlaku jika preferensi suka atau tidak suka berdasar tafsiran dan nafsu manusia. Yang perlu kita tanya adalah: “apakah Allah suka dengan perbuatan kita?”

Bogor, 23-03-2022. 18.30

Cukup Allah


Cukup Allah saja. Yang berhak menjadi sandaran kita. Tempat bersimpuh, tempat mengadu, tempat mengeluh.

Mengadu ke manusia, justru semakin terhina. Mengeluh meratap terisak.. tak ada guna. Hanya jadi bahan pelengkap bahan tertawaan mereka.

Kalau memang sudah dasarnya dijatuhkan, mau berusaha bangkit, tetap saja jadi bahan cemoohan. Dihinakan.

Bangkitlah dari keterpurukan hanya karena Allah. Hanya untuk Allah. Karena Dia sebaik-baik tempat kita berharap.

Biarlah manusia memuaskan diri dalam keangkuhannya. Manusia-manusia yang tak terima untuk dikoreksi. Yang kebenaran hanya miliknya semata.

Kita…., hanya berusaha.

Benar salah bukan dalam ukuran manusia. Benar salah adalah menurut pandanganNya. Cukup itu saja.

Hasbunallah wa ni’mal wakiil.

RS Hermina Bogor, 22/03/22 20.00 WIB

melancholia


JIka muram biasanya merujuk kepada saat kamu merasa tidak kompeten dan kesedihan tidak berujung. Jika terus tenggelam dalam kesedihan, pada akhirnya kamu akan mencapai titik terendah. Seperti keadaan kosong. Ada cahaya disini. Begitu melepaskan semuanya, kamu bisa memimpikan awal yang baru. Kamu bisa melihat hal-hal yang belum pernah terlihat. ~ melancholia

orientasi


ada saja di antara kita yang mengasosiasikan amal akhirat dengan hasil duniawi.

padahal tujuan amal akhirat itu bukan utuk duniawi semata. dunia hanyalah efek samping, bonus, yang atas kuasaNya diberikan pada kita. Tapi itu bukan tujuan utama. bukan yang diharapkan.

lalu, mengapa masih ada yang mempertanyakan?

mungkin karena ia terbiasa dengan orientasi dunia.

12/11/2021

hidup


hidup adalah kumpulan peristiwa. lembaran berjuta cerita yang tak usang dimakan usia.

adakalanya sedih dan gembira. adakalanya tertawa dan kecewa. adakalanya dipercaya dan disia-sia.

adakalanya dibutuhkan dan dibuang. adakalanya dipuji dan dicaci. adakalanya disanjung dan dirundung.

semua berlalu, berputar melewati masanya masing-masing. tiap episode diperankan oleh kumpulan manusia.

tentu… semua yang telah terjadi sudah menjadi takdir. masa depan adalah kesempatan untuk terus memperbaiki hidup dan kehidupan ini lebih baik. dengan atau tanpa pemeran lama.

30/10/21

tiga doa


ada tiga do’a di awal hari ini:

agar tetap dalam keimanan.

agar tetap dalam keislaman.

agar tetap dalam keberkahan.

Yaa Rabb… kabulkanlah.

jauhkanlah hamba dari penghambaan terhadap makhluk.

22/09/21

kata tanpa suara


kata adalah setengah perwujudan hati..

ia menjadi pendamping bagi lisan yang kelu bicara, terjemah dari sekian rupa gemuruh yang kian mulai meluruh.

ia akan menjelma dalam kata-kata. dengan….. atau tanpa suara.

apa yang tertulis, merupakan apa yang sedang ia rasakan. apa yang diucapkan juga apa yang memang ingin ia sampaikan.

sayangnya, terkadang suara menjadi tersedak. terdiam…hening… tanpa sedikitpun mampu menggetar kesunyian.

Lalu, dengan apakah kau ungkapkan gemuruh yang kian mulai meluruh itu?

masih ada kata tanpa suara.

yang merona dalam bait-bait do’a….

20/09/21

bukti cinta.


Kalau bukan karena kata, tak mungkin dapat kugubah puisi… Kalau bukan karena cinta tak mungkin aku MASIH di sini…

Saya masih cinta, saya masih sayang. Dan akan selamanya cinta. Dan akan selamanya sayang. Biarlah serpihan kisah perjalanan ini menjadi saksi siapa yang benar-benar mencintainya dan siapa yang setengah hati atau pura-pura mencintai. Cinta itu bukan kepura-puraan, bukan kemanjaan, bukan mengharap balasan dari cinta yang diberikan. Tapi hanya ada satu kata cinta, memberi. Biarkan orang lain menilai cinta kita tak berarti, tapi kita sudah beri rasa hati yang dimiliki…

Cukup, Allah sajalah yang berhak menilai cinta kita. Kita sudah berusaha, penilaian Allah itulah yang paling adil dan menentramkan, bukan penilaian manusia yang semu dan kadang penuh ketidakadilan.

Cinta, hanya perlu pembuktian, bukan bermanis kata menutupi diri penuh keaiban.

19/09/21

tutup telinga


beberapa hari terakhir, ramai pemberitaan terkait seorang anak tokoh intelijen bersama seorang seleb mengolok-olok santri yang menutup telinga mereka ketika sedang antri vaksinasi. Santri itu merasa tidak nyaman dengan suara musik yang diperdengarkan.

mereka yang katanya mengasong kebebasan, justru mencibir kebebasan santri itu untuk bersikap. padahal, itu adalah hak santri jika tidak ingin mendengarkan musik. lepas dari perdebatan halal haram musik itu sendiri. santri-santri itu tidak meminta musik itu dimatikan, karena ada hak orang lain juga yang nyaman dengan suara musik itu. mereka hanya bersikap memprotect diri mereka sendiri, tanpa mengurangi hak orang lain.

tutup telinga. lebih jauh lagi bila dilihat dalam konteks yang lebih luas adalah sebuah bentuk perlawanan. melawan arogansi. tak ingin mendengarkan hal-hal tak berguna bagi dirinya. tak ingin ikut campur dengan ruang pembicaraan yang memang bukan haknya. Kita tidak bisa mengatur orang berbicara, tapi kita bisa mengatur apa yang pantas untuk kita dengar.

tutup telinga. adalah sebuah pesan, bahwa kita tak peduli lagi dengan apa yang mereka bicarakan, seperti mereka yang tak peduli apa yang kita rasakan.

daripada hanya mendengar kata dan pesan menyakitkan, yasudah tutup telinga saja, masih banyak untaian kata bermanfaat yang perlu kita dengarkan.

16/09/21

tong kosong pluralisme


Twit ter-epic pekan ini adalah:

“Semua agama benar, meskipun yg disebut ‘Tuhan’ perbedaannya jauh bgt, ibadahnya pun gak ada mirip2nya, apalagi detil2 ajarannya. Sementara org yg shalatnya sama dgn kita, shaumnya sama dgn kita, Tuhan & Nabinya pun sama, kalau gak mau dengarkan musik, pasti dia salah.” ~ @malakmalakmal

Kalau dilihat susunan katanya memang membingungkan, wajar sih, twitter cuma 140 karakter. Kadang perlu ekstra effort utk mengemas semua kosakata yang ingin dikeluarkan dalam satu twit.

Tapi, diluar konteks itu. Bagi yang sudah mengikuti tema terkait, akan lebih mudah memahami bahwa itu adalah sebuah pukulan telak bagi para pengasong pluralisme.

Mereka yang ngaku2 smart people, open minded, biasanya mengagung-agungkan sekularisme, pluralisme, liberalisme, cebongisme, nganuisme dan lain-lain. Memang tidak pernah adil dalam pikirannya. Mereka hanya menuruti hawa nafsu, asal beda. Asal bukan Islam.

Bilang semua agama sama, tapi giliran yang agama sama tapi pakai jenggot dibilang kadrun.

Bilang hormati minoritas, tapi uyghur dibantai bungkam.

Bilang semua orang bebas berpendapat, sekalinya ada yg berbeda langsung buzzer2 cebong smart people langsung menghujat.

Fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha.

15/09/21

kenyamanan


kemarin, melintas sebuah kalimat di twitland, isinya kurang lebih seperti ini:

“Dalam ilmu tasawuf, kemapanan itu harus ada yang ngritik, tapi bukan niat benci. Tapi agar kita tidak nyaman dengan makhluk. Dengan itu kita akan kembali kepada Allah SWT. Makanya di dunia kamu akan sakit dengan gesekan sosial, kenapa? karena ketika kamu tidak nyaman dengan makhluk, kamu akan kembali berharap hanya kepada-Nya. Dan hanya berharap ridha-Nya.” – Gus Baha

memang, salah satu sebab kita mendekat kepada Allah, diantara jalannya adalah “ketidaknyamanan” dengan makhluk.

Ketika dikhianati mahkluk, kita langsung teringat bahwa ada zat yang tidak pernah mengkhianati kita. Ia amat sayang pada kita.

Ketika diperlakukan tidak adil, kita langsung teringat, bahwa ada zat Yang Maha Adil.

Ketika makhluk pilih kasih, ada zat yang tak pernah pilih kasih.

Ketika di didepan makhluk penuh topeng pencitraan, ada tempat mengadu dimana topeng-topeng pencitraan tak berlaku.

begitulah, ketidaknyamanan terhadap makhluk bisa menjadi jalan mendekat padaNya, sebaliknya semakin nyaman dengan makhluk, semakin ingin dipuji makhluk, semakin ingin dihargai makhluk, semakin tebar pesona ke makhluk, semakin ingin dihormati makhluk…. maka kita akan lupa kemana tempat semua itu akan dikembalikan.

14/09/21

proses


Manusia boleh menilai. Manusia boleh men-judge. Manusia boleh menghakimi. Manusia boleh berasumsi.

Namun, sebaik-baik penilaian dan seadil-adil penghakiman, adalah penilaian dari Allah.

Allah yang Tahu prosesmu. Allah pula yang berhak menilaimu.

07.09.21 03.30 WIB