selalu ada saja celah yang diincar


Gerah melihat berbagai celaan muncul dari berbagai media terkait insiden penyambutan Ibu Negara sang Adidaya. Katanya itu dusta. Katanya itu inkosistensi. Lalu diseranglah tak ada habis-habisnya. Bak durjana yang membukit melangit hingga media tersohor di belahan bumi lainpun bisa melihat bukit itu. Mungkin kalau bukan ia tokoh yang berpengaruh di negeri ini, khusunya dalam dunia pergerakan Islam, beritanya takkan seheboh itu. Tapi kini, hujan celaan ditujukan. Bahkan kini tak lagi menjamah ranah pribadi. Kini sudah menyangkut jamaah, menyangkut kendaraan politik yang selama ini menjadi kendaraan paling menakutkan yang dirasakan oleh orang-orang yang takut akan bangkitnya politik umat Islam di negeri sendiri.

Curiga…. boleh saja. Mengapa berita itu langsung menjadi headline dibeberapa stasiun berita. Apalagi TV berita METROMINI yang dengan pongahnya memberikan judul sangat tidak beradab. Dusta lah, bohong lah, inkonsisten lah.

Rupanya akan selalu ada skenario untuk menjatuhkan orang-orang yang berada dalam lingkaran kebaikan itu. Menurut saya, ketika seseorang sudah menjadi sorotan media, memang selalu ada saja cara-cara yang digunakan untuk mencari celah cela yang dimiliki orang tersebut. Apalagi orang yang menjadi musuh pemilik media saat ini. Kita katakan saja. Serba salah.

Ketika insiden itu misalkan saja tidak terjadi, sang menteri tak datang ke isatana. Lalu akan dibuat headline “Seorang menteri dari partai konservatif tidak mau menghadiri instruksi presiden untuk menyambut tamu dari negeri adidaya.” Akhirnya jadilah hujatan juga. Serba salah memang. Media akan melihat sisi negatif orang yang akan dijatuhkan, seberapa besarpun sisi positif yang ada padanya. Meski retak-retak kesalahan hanya sedikit, ia akan manjadi bongkahan besar yang akan di expose , bahkan bila perlu dikaitkan dengan peritiwa lain agar bongkah kealpaan yang terlihat akan mencuat lebih lebar lagi.

Krtik itu penting, karena memang sang menteri sudah mengkarifikasinya. Tapi yang tidak adil adalah pemberitaannya. Ini namanya skenario untu menghancurkan citra sebuah gerakan. Bahkan bisa jadi ini adalah awal yang dijadikan batu loncatan oleh para musuh gerakan untuk melancarkan serangan-serangan selajutnya.

Lalu sikap kita apa?

BELAJARLAH, masih banyak setumpukan buku yang menanti untuk dibaca…

Lho??

Karena dengan belajar, pertanyaan-pertanyaan dan bagaimana  kecemerlangan strategi mengahadapi musuh gerakan itulah akan terjawab dengan sendirinya.

Iklan

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: